Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Mudik Lebaran 2015 untuk mengurai kemacetan di Malioboro, warga Jogja diharapkan tidak melintas di kawasan padat lalu lintas.
Harianjogja.com, JOGJA-Kemacetan di kawasan Malioboro tetap menjadi perhatian utama pada libur Lebaran. Gubernur DIY Sri Sultan HB X bahkan mengimbau kepada seluruh warga Jogja untuk mengalah tidak melewati Jl. Malioboro demi mengurangi kemacetan selama Lebaran. (Baca Juga :http://jogja.solopos.com/baca/2015/07/08/lebaran-2015-warga-jogja-diimbau-tidak-ke-malioboro-621942"> LEBARAN 2015 : Warga Jogja Diimbau Tidak ke Malioboro)
Sultan menyatakan, kawasan Malioboro tetap menjadi daya tarik, tidak hanya bagi wisatawan luar Jogja namun juga dari warga Jogja.
“Masyarakat Jogja kalau keluar rumah atau pendatang yang dari luar masuk ke Jogja, kalau tidak lewat Malioboro itu [mungkin] tidak puas. Ini yang susah, biarpun tidak berhenti di Malioboro, saya mohon karena kondisi padat, berilah kesempatan para orang yang datang [wisatawan luar Jogja] sehingga kita [warga Jogja] lebih baik mengalah, sementara ini tidak masuk Malioboro, agar tidak menambah kemacetan,” ungkap Sultan di Mapolda DIY, Kamis (9/7/2015).
Sultan juga mengimbau kepada warga Jogja yang akan mudik maupun dari wisatawan yang akan masuk Jogja untuk meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara. Pengendara sebaiknya mencermati hal-hal kecil seperti marka jalan dan tidak menerobos mengingat arus mudik selalu padat. Ia menyarankan kepada pengendara untuk menghindari titik kemacetan.
“Harapan saya lagi, Kalau macet cobalah sabar, tidak usah emosi, karena nanti justru emosi, saling berebut, itu akan makin memperparah kemacetan yang ada,” ujarnya.
Sultan menilai kondisi jalan di DIY saat ini lebih baik ketimbang tahun lalu. Diharapkan hal itu dapat meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Meski demikian hal itu perlu didukung dengan kesadaran para pemudik atau pengguna jalan dalam berkendara. Bagi pemudik yang tidak memahami rute jalur sebaiknya bertanya kepada pos pelayanan atau pos polisi di DIY agar perjalanan tetap aman dan lancar.
“Kalau badan tidak enak perlu istirahat atau datangi puskesmas di tempat tertentu atau sebagian di pos pelayanan itu ada dokter dan ambulans yang kami sediakan sehingga kemungkinan yang kurang baik dapat dihindari,” harap Sultan.
Sultan juga menyingung persoalan parkir di Malioboro. Ia mengharapkan wisatawan dari luar Jogja agar bersedia parkir di lokasi yang baru yaitu di barat Stasiun Tugu yang disediakan oleh PT KAI. Jika kawasan parkir itu sudah penuh, wisatawan bisa memanfaatkan halaman Dinas Pariwisata DIY yang berada di area Malioboro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Lima peserta SPPI meninggal saat pelatihan bela negara. Pengamat mendesak investigasi independen dan audit total sistem pelatihan.
Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala hingga 2029. Mantan asisten Pep Guardiola itu menghadapi tantangan besar menjaga dominasi The
Pemkab Kulonprogo berencana menghidupkan kembali Alwa GERR Nostalgia di Alun-alun Wates untuk menggerakkan UMKM, budaya, dan hiburan masyarakat.
Indonesia menempati peringkat kelima negara dengan tingkat obesitas tertinggi di ASEAN. Prevalensi mencapai 11,52% dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kro