MUDIK LEBARAN 2015 : Pemkab Siapkan Belasan Jalur Alternatif

Arief Junianto
Arief Junianto Jum'at, 10 Juli 2015 22:20 WIB
MUDIK LEBARAN 2015 : Pemkab Siapkan Belasan Jalur Alternatif

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul mempersiapkan beberapa rambu portable, Kamis (9/7/2015). (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)

Mudik Lebaran 2015, tahun ini, Dishub Kabupaten Bantul memaksimalkan lebih banyak jalur alternatif

Harianjogja.com, BANTUL—Memperlancar arus mudik dan arus balik Lebaran 2015, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul menyiapkan belasan jalur alternatif. Dishub juga memasang lebih dari 75 rambu portable secara bertahap. Dari 75 rambu itu, tahap pertama pemasangan meliputi lebih dari 40 rambu, di antaranya memuat belasan petunjuk arah jalur alternatif di Bantul.

Kepala Dishub Bantul Soewito mengatakan, tahun ini Dishub memaksimalkan lebih banyak jalur alternatif. Dari hasil evaluasi tahun lalu, kepadatan kendaraan yang sudah terlihat sejak H-3 Lebaran menyebabkan jalur utama mudik di sepanjang Jl.Wates-Jogja tak mampu menampung jumlah kendaraan yang melintas.

Dari perhitungan kasar yang dilakukannya tahun lalu, jumlah pemudik yang melintasi jalur utama mudik mencapai lebih dari 200.000 kendaraan. Sementara untuk tahun ini, diperkirakannya akan meningkat hingga 7%, masing-masing terdiri dari 5% pemudik dengan sepeda motor, dan sisanya pemudik yang menggunakan mobil dan mobil angkut barang. "Peran Bantul dalam menyiapkan jalur alternatif sangat dibutuhkan," ucapnya, Kamis (9/7/2015).

Menurut Soewito, rambu-rambu itu dipasang mulai Kamis (9/7) hingga H+7 Lebaran. Beberapa jalur alternatif yang diprediksi akan memiliki fungsi vital dalam mengurai kepadatan lalu lintas adalah di jalur Srandakan-Palbapang, Simpang Tiga Kadirojo, jalur Banyakan, hingga jalur Imogiri-Mangunan.

Selain itu, ia juga telah meminta warga di sekitar Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) untuk memanfaatkan peluang dibukanya jalur alternatif ini untuk mencari keuntungan dengan menggelar dagangan. Dengan begitu, jalur alternatif ini tidak hanya dimanfaatkan bagi pemudik untuk menghindari kemacetan, tapi juga berwisata. "Khususnya wisata kuliner," katanya.

Hanya saja, ia khawatir dengan banyaknya tangan usil yang merusak bahkan sengaja menghilangkan rambu portable. Untuk itu Dishub selalu menekankan kepada petugasnya untuk rajin mengontrol rambu-rambu tersebut. "Selain itu, kami juga selalu menitipkan pengawasan rambu itu kepada masyarakat sekitar," ujarnya.

Khusus untuk Lebaran tahun ini, Dishub menyiapkan 12 unit Pos Komando Taktis (Poskotis) dengan menempatkan Poskotis Gabusan sebagai pos induknya. Sayangnya, untuk memperkuat 12 unit Poskotis, Dishub hanya diperkuat 65 personel. "Jumlah [personel] kami terbatas. Oleh karena itu, kami menerapkan sistem mobile antar Poskotis," ujarnya.

Sementara itu Polres Bantul melalui Operasi Ketupat Progo 2015 juga mempersiapkan diri guna pengamanan arus mudik-balik Lebaran. Kapolres Bantul AKBP Dadiyo mengaku telah menyiapkan setidaknya lima pos pengamanan (Pospam) dan satu unit pos pelayanan.

"Pospam dan pos pelayanan ini kami dirikan di titik-titik yang mempunyai tingkat kepadatan lalu-lintas dan kerawanan kecelakaan selama arus mudik dan arus balik," ujarnya saat ditemui seusai apel gelar pasukan di halaman Polres Bantul, Kamis.

Untuk memperkuat pos, Polres Bantul menyiapkan sekitar 400-500 personel. Jumlah ini belum termasuk dukungan dari personel di masing-masing polsek. Pospam dan pos pelayanan Lebaran itu akan diefektifkan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

"Tapi bukan tidak mungkin waktunya ditambah. Lihat situasi dan kondisi di lapangan," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online