Toko Berjejaring Terus Berkembang, Ritel Lokal Ini Perluas Pasar
Bisnis ritel berjejaring di DIY terus berkembang, bahkan jaringan lokal pun semakin memperkuat dan memperluas pasarnya.
Ilustrasi air PDAM (JIBI/Solopos.com/Dok.)
Musim kemarau mengakibatkan sumber air baku PDAM menurun.
Harianjogja.com, BANTUL-Sumber air baku yang dimiliki oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Bantul menurun hingga 20-30%. Penurunan itu terutama terjadi di hampir semua titik sumber air baku dari sumur dalam. Akibatnya, pihak PDAM Tirta Dharma pun kini mau tak mau harus mengalihkan konsentrasi produksinya di air permukaan.
Direktur PDAM Tirta Dharma Yudi Indarto mengakui, penurunan ketersediaan air itu membuatnya harus mencari jalan lain agar produksi air baku tetap bisa berjalan. Salah satu yang kini tengah dijajalnya adalah pemanfaatan air permukaan, yakni dari Sungai Progo.
Hanya saja, ia mengeluhkan tingginya ongkos produksi jika pihaknya menggunakan air permukaan. Pasalnya, selain harus menggunakan sistem pengolahan yang komplet, ongkos produksi juga bisa meningkat setidaknya 20% lantaran penggunaan kapasitas listrik yang besar.
Beruntungnya, kini pihak PDAM Tirta Dharma Bantul mendapatkan bantuan 2 unit instalasi pengolahan air berkapasitas 50 liter per detik di kawasan Trimulyo dan Pajangan. Bantuan itu diakuinya diberikan oleh Satuan Kerja Peningkatan Kinerja Pengembangan Air Minum (Satker PKPAM) DIY.
“Ongkos produksi memang naik. Tapi ya bagaimana lagi,” akunya saat dihubungi, Kamis (6/8/2015) siang.
Itulah sebabnya, menghadapi ancaman kekeringan, pihaknya optimistis tetap bisa melayani masyarakat dengan maksimal. Pasalnya, selain mengandalkan kapasitas produksi yang hingga kini mencapai 270 liter per detik dengan 13 unit alat pengolahan air baku, pihaknya menjamin para pelanggan PDAM tidak akan kekurangan air bersih. “Apalagi kami menambah jam operasional dari yang semula 20 jam menjadi 24 jam,” imbuhnya.
Terkait ancaman kekeringan itu, tambahan bantuan untuk isntalasi air bersih juga akan dikucurkan melalui dana sharing antara Pemkab Bantul dan pihak Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).
Seperti diakui oleh Tety Sirwanti, District Coordinator Bantul, hingga kini, pihaknya telah menyiapkan pembangunan instalasi di 10 titik yang ditargetkannya akan selesai pada awal Januari 2016 mendatang. Kesepuluh titik instalasi itu antara lain adalah 4 unit di Dlingo, 2 unit di Pandak, 2 unit di Pleret, dan 2 unit masing-masing di Imogiri dan Pajangan. “Sepuluh titik itu senilai Rp2,2 miliar yang berasal dari Rp1,74 miliar dana APBN dan Rp440 juta dana APBD Bantul,” ujarnya.
Lantaran program itu murni berbasis masyarakat, maka pihaknya pun hanya mengucurkan bantuan atas dasar data dan pengajuan dari masyarakat. Begitu pula dengan perawatannya, diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat. “Pihak kami hanya menyediakan tenaga ahlinya saja,” imbuhnya.
Sejauh ini, diakuinya, baru ada laporan kerusakan instalasi pompa di satu titik saja, yakni di kawasan Dusun Karangasem, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong. Terkait hal itu, ia mengklaim kondisi pompa di kawasan itu sudah terbenahi dengan baik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 24 Agustus 2026 tersedia sejak dini hari hingga malam. Cek jadwal YIA-Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Palur, Solo hingga Stasiun Jogja. Cek jam kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, termasuk jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Jogja dan Kutoarjo, termasuk informasi perjalanan.
Disnaker Sleman mencatat 318 pekerja terkena PHK hingga semester I 2026. Kondisi ekonomi dan finansial perusahaan menjadi pemicunya.