JOGJA ISTIMEWA : 37 Patung Siap Dipamerkan di Tepi Jalan

Sabtu, 08 Agustus 2015 10:20 WIB
JOGJA ISTIMEWA : 37 Patung Siap Dipamerkan di Tepi Jalan

Amboro Liring dengan replika karyanya di Dinas Kebudayaan DIY, Jumat (7/8/2015). (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)

Jogja Istimewa disemarakan dengan pameran 37 patung di tepi jalan.

Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 37 patung karya perupa dari berbagai daerah di Indonesia akan dipamerkan di sepanjang Jalan Mangkubumi, Jembatan Kleringan, Kali Code, Abu Bakar Ali, dan Kotabaru pada 29 Oktober sampai 29 Desember mendatang.

Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini bertujuan untuk mewadahi perupa sekaligus membangkitkan kepekaan masyarakat terhadap area-area di Jogja. Pemimpin Proyek Jogja Street Sclupture Hedi Hariyanto mengatakan 37 patung yang dipamerkan sudah melewati kurasi.

"Sebelumnya terdapat 200 proposal yang masuk dan diseleksi," ujarnya di sela-sela presentasi kegiatan di Dinas Kebudayaan DIY, Jumat (7/8/2015).

Dijelaskannya, selama ini belum ada cukup ruang bagi perupa untuk menampilkan karyanya, sehingga kegiatan ini dapat mengapresiasi mereka. Ia menyebutkan, seni patung berbeda dengan street art. Pasalnya, dibutuhkan perencanaan yang matang dalam menghasilkan satu karya, meliputi, ide, pembuatan maket, hingga eksekusi.

Patung yang akan dipamerkan beragam bentuk dan makna, mulai dari sepeda dengan terompet, peniti di antara pot bunga, hingga patung spiderman yang makan nasi pincuk.

Ia mengatakan, kegiatan ini akan didahului dengan berkoordinasi dengan dinas dan aparat terkait sehingga tidak mengganggu pengguna jalan, pejalan kaki, maupun pedagang kaki lima (PKL).

Salah satu perupa yang berpartisipasi Amboro Liring membuat karya berjudul Rolasan berupa patung Spiderman berukuran 180 sentimeter yang sedang makan nasi pincuk. Diterangkannya, Spiderman merupakan tokoh superhero dari budaya barat menjadi sosok yang pas untuk mewakili pesan jangan pernah melupakan budaya lokal, salah satunya ditunjukkan dengan makan nasi pincuk. "Saya membuat patung ini selama sebulan dari bahan fiber," ujarnya. Rencana Amboro, karyanya akan dipajang di timur Tugu Jogja sebelah pos polisi.

Kurator Enin Supriyanto menambahkan, karya yang dipamerkan dapat merespon masyarakat untuk lebih peka terhadap titik-titik yang dilewatinya. "Orang sudah terlalu sering melewati kawasan tersebut sampai tidak sadar seandainya ada perubahan di wilayah tersebut," tuturnya.
Jogoboro UPT Malioboro Paryoto mengatakan pemilihan lokasi patung sudah tepat. "Tidak mungkin dipasang di Malioboro karena akan berebut lahan dengan PKL," kata Paryoto.

Kepala Unit Pariwisata Polresta Jogja Iptu Dewa Yoga memberi dukungan terhadap kegiatan ini dan meminta kepada panitia untuk segera menyerahkan daftar titik lokasi. "Untuk mengantisipasi kemacetan kami juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online