UKM DIY : Kedepankan Inovasi, Perajit Serat Alam Kulonprogo Tembus Pasar Ekspor

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Minggu, 09 Agustus 2015 13:20 WIB
UKM DIY : Kedepankan Inovasi, Perajit Serat Alam Kulonprogo Tembus Pasar Ekspor

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Pengunjung berbelanja pada pameran kerajinan bertajuk Kreasi Jogja Istimewa untuk Indonesia di Atrium Malioboro Mall, Yogyakarta, Rabu (12/11/2014). Pameran yang dipersembahkan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Disperindagkoptan Kota Yogyakarta itu diikuti oleh 42 peserta UMKM, kelompok usaha pengolahan limbah dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), pameran yang mentargetkan omzet penjualan Rp 250 Juta tersebut digelar Rabu-Minggu (12-16/

UKM DIY dari Kulonprogo berhasil menarik perhatian pasar.

Harianjogja.com, KULONPROGO - Perajin serat alam Desa Tanjungharjo, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas produksi sehingga menembus pasar ekspor baik Asia, Amerika, maupun Eropa.

Ketua Paguyuban Perajin Bina Karya Lestari Desa Tanjungharjo Tukimin di Kulonprogo, Minggu (9/8/2015), mengatakan industri kerajunan serat alam dikelola secara turun temurun memproduksi tampar, sekarang memproduksi berbagai macam kerajinan.

"Semula produksinya hanya tali rami, msebelum ada tali rafia. Namun karena nilai ekonominya rendah, kemudian sejak 1996 masyarakat mencoba memproduksinya menjadi kerajinan dan ternyata justru diminati hingga pasar luar negeri," kata Tukimin.

Ia mengatakan dari tali rami, perajin coba produksi kerajinan, ternyata ada nilai dolarnya. Pada 1998 hingga 2000 pas krisis, kuntungan tinggi.

Semula pemasarannya memang hanya ke Malioboro dan Bali saja. Namun kemudian dilirik agen-agen eksportir sehingga berbagai produk kerajinan dari Tanjungharjo bisa menembus pasar ekspor.

Menurut dia, industri kerajinan di Tanjungharjo pun berkembang pesat. Dari semula hanya ada tiga perajin kini sudah berkembang menjadi lebih dari 30 perajin dan menyerap tidak kurang dari 1.000 tenaga kerja. Selain memberdayakan warga setempat, usaha kerajinan ini juga memberdayakan tenaga kerja dari luar kecamatan bahkan luar kabupaten.

"Kami pemberdayaan, ketika diminta memberikan pelatihan sekaligus yang dilatih bisa memanfaatkan pekerjaan," katanya.

Kasi Bimbingan Produksi Disperindag-ESDM Kulon Progo Hari Prasetyo mengatakan kerajinan serat serat menjadi salah satu produk unggulan Kulon Progo. Hanya saja selama ini ekspornya belum ada yang langsung tetapi melalui agen dari luar daerah.

"Kami memberikan pelatihan tata niaga ekspor, tapi untuk ekspor langsung memang masih terkendala keterbatasan SDM," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis