AIR BERSIH : Program MBR Dapat Meningkatakan Jumlah Pelanggan

Arief Junianto
Arief Junianto Senin, 10 Agustus 2015 04:20 WIB
AIR BERSIH : Program MBR Dapat Meningkatakan Jumlah Pelanggan

Warga Desa Wonorejo, Kecamatan Bareng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2015), antre mendapatkan air bersih yang diantarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang. Sudah satu bulan ini, warga di desa itu dilanda kekeringan seiring datangnya musim kemarau 2015. Mereka mengalami krisis air bersih sehingga terpaksa membeli air bersih dari daerah lain untuk konsumsi sehari-hari. Demi mengurangi beban masyarakat yang mengalami musibah kekeringan itu, BPBD Jombang menyalurkan air bersih ke d

Air bersih selama musim kemarau diatasi dengan program MBR.

Harianjogja.com, BANTUL-Direktur PDAM Tirta Dharma Yudi Indarto, mengakui Program pemasangan instalasi air minum murah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dari pemerintah pusat itu sebenarnya sangat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum. Pasalnya, dengan adanya program tersebut, masyarakat bisa menikmati fasilitas pemasangan sambungan air murah.

“Untuk pemasangan instalasi, masyarakat cukup membayar Rp250.000 saja. Padahal, kalau untuk pemasangan reguler tarifnya Rp750.000,” ucapnya, Minggu (9/8/2015).

Hingga kini, ia jumlah pelanggan PDAM Tirta Dharma sudah mencapai 22.500 pelanggan. Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan penambahan jumlah pelanggan sebanyak 1.000 pelanggan.

“Sampai saat ini sudah 800 pelanggan. Saya optimistis, akhir bulan ini [Agustus], kami bisa capai 1.000 pelanggan itu,” tegasnya.

Itulah sebabnya, dengan adanya program MBR tersebut, ia berharap bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan baru. Dengan begitu, ongkos produksi air baku yang dalam waktu dekat akan mengalami peningkatan sebanyak 20% pun bisa terganti oleh jumlah pelanggan yang meningkat itu.

Seperti diberitakan, dalam waktu dekat, pihak PDAM Tirta Dharma memang akan memfokuskan pengambilan sumber air permukaan, yakni di Sungai Progo. Pasalnya, ia tak memungkiri, jumlah titik sumber air dari sumur dalam di Bantul sudah semakin berkurang. Sementara di musim kemarau panjang seperti saat ini, produksi air baku PDAM Tirta Dharma memang sudah mengalami penurunan 20-30%.

“Kalau ambil dari sungai, ongkos produksi memang meningkat hingga 20 persen,” akunya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis