Toko Berjejaring Terus Berkembang, Ritel Lokal Ini Perluas Pasar
Bisnis ritel berjejaring di DIY terus berkembang, bahkan jaringan lokal pun semakin memperkuat dan memperluas pasarnya.
Ilustrasi air PDAM (JIBI/Solopos.com/Dok.)
Air bersih, Pemkab Bantul dinilai lambat merespon Pemerintah Pusat.
Harianjogja.com, BANTUL-Program pemasangan instalasi air minum murah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dari pemerintah pusat telat direspon pemerintah kabupaten (Pemkab) Bantul.
Terbukti, meski sudah diluncurkan sejak awal tahun lalu, nyatanya baru di Anggaran Perubahan (AP) semester II 2015 ini, pihak Pemkab Bantul mengucurkan dana penyertaan guna memfasilitasi pemasangan instalasi air minum murah untuk masyarakat Bantul.
Seperti diakui Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul, Setiyo pengajuan itu sebenarnya sudah disinggung saat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) Murni Kabupaten Bantul 2015 lalu. Akan tetapi, dengan alasan kekhawatiran pihak pemerintah eksekutif terkait kejelasan penyaluran dana itu.
“Saat itu, pemerintah khawatir dana itu tak diganti oleh pemerintah pusat. Padahal, kan regulasinya sudah jelas,” ujarnya, Minggu (9/8/2015).
Itulah sebabnya, mengingat kondisi Bantul saat ini tengah berada dalam musim kemarau panjang, ia menyayangkan respon Pemkab Bantul yang lamban. Padahal, jika dana itu direalisasikan di APBD Murni, program pemasangan instalasi air minum murah bisa dinikmati oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang hingga kini belum terpipanisasi.
Kondisi itulah yang lantas membuat pihaknya merasa perlu memberikan persetujuan terhadap pengajuan dana penyertaan itu. Di AP 2015 ini, ia mengaku telah memberikan persetujuan untuk keperluan program MBR itu sebesar Rp3 miliar kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran di Menteng Dalam, Tebet, menewaskan empat orang. Gulkarmat Jaksel menduga api dipicu fenomena listrik dari ruang mesin fotokopi.
Harga emas Pegadaian Senin 24 Agustus 2026 bervariasi. Antam 1 gram Rp2,782 juta, Galeri 24 Rp2,71 juta, UBS Rp2,774 juta.
Bank Mandiri meminta maaf atas pemblokiran rekening warga Pati yang berisi sekitar Rp80,9 juta dan menjelaskan alasan pemblokiran.
IHSG berpeluang menguat menuju 6.716 didukung dana asing dan rupiah. Simak rekomendasi saham TOWR, BBNI, BRPT, dan TCPI.
Presiden Prabowo membahas penanganan karhutla Kalimantan dan gempa NTT di Hambalang serta mengerahkan pesawat dan personel tambahan.