KPK Sita Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Pemerasan WNA
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Pilkades 2015 di Sleman masih didominasi nama-nama lama.
Harianjogja.com, SLEMAN—Calon incumbent masih bertaji dalam pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar secara serentak di 35 desa di Sleman, Minggu (9/8/2015).
Hingga malam pukul 21.00 WIB, sudah ada 15 incumbent yang kembali berjaya dalam pilkades. Bahkan ada beberapa desa dalam satu kecamatan yang dimenangi calon incumbent. Misalnya, tiga desa di Gamping, dua desa di Moyudan, dan dua di Berbah.
Pilkades Sleman kali ini diikuti oleh 112 calon, 32 di antara mereka merupakan incumbent. Mereka dipilih 322.006 jiwa yang tersebar di 35 desa penyelenggara pilkades.
Sesuai Undang-undang (UU) No.6/2014 tentang Desa dan Peraturan Daerah (Perda) Sleman No.5/2015 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa, masa jabatan kepala adalah enam tahun. Masa jabatan itu bisa ditempuh dalam waktu tiga periode. Peraturan baru ini pun memicu para incumbent yang telah lama mengabdi di kursi kades, atau paling tidak baru mengabdi dua periode, dapat memanfaatkannya untuk maju lagi.
Kepala Sub Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Sleman Wawan Widiantoro menjelaskan, secara umum pelaksanaan pilkades berjalan aman dan tertib. Pihaknya belum dapat merinci secara detail calon yang menang karena rekapitulasi masih terus berlangsung, terutama untuk data yang dikirim ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Tetapi secara umum dari 32 incumbent yang ikut pilkada, hasil sementara, 17 dari mereka terpilih lagi.
“Yang 15 [incumbent] tidak jadi,” ujar dia melalui sambungan telepon, Minggu (8/9/2015) malam.
Nama Baru yang Pernah Menjabat
Sementara itu, pantauan Harianjogja.com, salah satu nama baru dalam pilkades di Sendangadi Mlati yang mampu menumbangkan calon incumbent adalah Damanhuri, 65. Ia adalah suami bakal calon (balon) Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, yang akan maju mendampingi Sri Purnomo.
Pemilik Rumah Sakit Sakinah Idaman ini mampu mengalahkan incumbent Sendangadi, Budiatmojo, dengan selisih suara 1.488. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Sinduadi, Mlati sampai 2013. Seusai menuntaskan jabatannya, ia pindah kependudukan ke daerah asalnya di Jongke Tengah, Sendangadi. Hingga akhirnya maju sebagai calon kepala desa.
“Sebenarnya masyarakat Sinduadi menginginkan saya tapi pilkades di sana [Sinduadi] masih lama sehingga saya mencoba di Sendangadi,” kata dia.
Dari Politik Uang, Sosialiasi Hingga Masalah Administrasi
Dari pantauan Harianjogja.com, banyak masalah yang muncul dalam Pilkades 2015 ini. Selain politik uang yang sepertinya tak mampu dihindarkan, warga pendatang yang kesulitan menentukan figur calon kepala desa juga menjadi masalah tersendiri.
Yunita, 35, warga Perumahan Bimomartani Ngemplak mengaku tak mengenal dua figur calon kepala desa yang maju. Ia menerima undangan pencoblosan namun tak mengerti latar belakang calon.
“Bingung mau pilih mana. Sepertinya tidak ada sosialisasi untuk warga di komplek,” kata dia.
Masalah lain terjadi di Sendangadi, Mlati. Beberapa warga yang tidak masuk daftar pemilih tetap (DPT) tak dapat menggunakan hak pilihnya. Meski telah menunjukkan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk, mereka tak bisa menentukan pilihan.
Kapolres Sleman, AKBP Faried Zulkarnain mengimbau agar para pemenang jangan menggelar kegiatan bersifat hura-hura yang mengganggu ketenangan orang lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Kebakaran di Menteng Dalam, Tebet, menewaskan empat orang. Gulkarmat Jaksel menduga api dipicu fenomena listrik dari ruang mesin fotokopi.
Harga emas Pegadaian Senin 24 Agustus 2026 bervariasi. Antam 1 gram Rp2,782 juta, Galeri 24 Rp2,71 juta, UBS Rp2,774 juta.
Bank Mandiri meminta maaf atas pemblokiran rekening warga Pati yang berisi sekitar Rp80,9 juta dan menjelaskan alasan pemblokiran.
IHSG berpeluang menguat menuju 6.716 didukung dana asing dan rupiah. Simak rekomendasi saham TOWR, BBNI, BRPT, dan TCPI.
Presiden Prabowo membahas penanganan karhutla Kalimantan dan gempa NTT di Hambalang serta mengerahkan pesawat dan personel tambahan.