Toko Berjejaring Terus Berkembang, Ritel Lokal Ini Perluas Pasar
Bisnis ritel berjejaring di DIY terus berkembang, bahkan jaringan lokal pun semakin memperkuat dan memperluas pasarnya.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Mujiyar, 58, mengairi lahan pertanian bawang merah yang ia garap dengan mesin penyedot air berbahan bakar premium yang dimodifikasi menggunakan gas elpiji di areal persawahan di Sanden, bantul, DI. Yogyakarta, Selasa (27/08/2014). Kesulitan mendapatkan BBM premium membuat para petani di daerah itu mencoba memodifikasi mesin penyedot air dengan gas elpiji 3 Kg, setiap harinya diperlukan dua liter premium untuk menghidupkan mesin pompa air, sementara dengan gas elpiji 3 Kg mam
Pertanian Bantul untuk tanaman bawang merah tak dapat dipanen seperti harapan.
Harianjogja.com, BANTUL—Harapan petani bawang merah di kawasan pesisir selatan Bantul untuk memaksimalkan hasil panen paska-banjir beberapa bulan silam, kembali pupus. Hal itu menyusul lebih dari 50 hektare lahan bawang merah mulai rusak terserang jamur akibat uap limbah tambak udang yang terbawa angin.
Karjono, salah satu petani bawang merah di kawasan Depok, Desa Parangtritis mengakui, sejak 2-3 hari terakhir, beberapa petak lahan yang digarapnya mulai terlihat layu. Akibatnya, produksi bawang merah yang rencananya akan panen akhir awal September mendatang pun terancam menurun drastis.
"Biasanya satu kilogram benih bisa dipanen hingga 15 kilogram, sekarang mungkin hanya separuhnya saja," katanya akhir pekan lalu.
Sebenarnya, pascabanjir yang menyebabkan pihaknya gagal panen beberapa bulan lalu, musim tanam Agustus ini diakuinya adalah musim yang tepat untuk memaksimalkan panen. Diakuinya, bulan Agustus memang salah satu momentum tepat bagi petani bawang merah untuk bisa memanen maksimal. "Tapi kalau kondisinya seperti ini terus, kok saya tidak yakin," keluhnya.
Belum lagi, harga bawang merah kini memang cenderung menurun. Dari pihak petani saja, diakuinya harga jual bawang merah maksimal tak lebih dari Rp10.000 per kilogram. Hal senada diakui, petani lainnya Sutrisno. Diakuinya, kondisi ini tak pernah dirasakannya srbelumnya.
Setelah banyaknya tambak udang bermunculan, kondisi tanaman diakuinya terus menurun. Puncaknya adalah seperti sekarang ini, ketika musim kemarau, dan angin kencang bertiup nyaris sepanjang hari, membuat udara yang sudah tercemar limbah tambak itu menerpa tanaman bawang. “Udara yang membawa ampas limbah itulah yang membuat tanaman kami mati,” ucapnya.
Itulah sebabnya, ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan dengan cara melakukan penyemprotan. Pasalnya, jika tidak, ia khawatir hal itu membuat penyakit jamur itu kian meluas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan SK kenaikan pangkat golongan IV kepada 45 ASN pada 24 Agustus 2026.
Pemerintah menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan bencana 2026, termasuk bantuan beras 6.800 ton untuk lima kabupaten di NTT.
Polda Lampung menyelidiki titik awal dan penyebab karhutla di Taman Nasional Way Kambas setelah proses pemadaman selesai.
Pemkot Magelang mendorong transformasi layanan kesehatan yang inklusif melalui penguatan pencegahan, homecare, layanan primer, dan teknologi digital.
Daop 6 Jogja mencatat 38.266 penumpang menjelang libur Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, dengan Stasiun Jogja jadi pusat mobilitas.