HARI KEMERDEKAAN : Tim Medis DIY Pilih Bersepeda, Ini Alasannya

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Senin, 17 Agustus 2015 06:22 WIB
HARI KEMERDEKAAN : Tim Medis DIY Pilih Bersepeda, Ini Alasannya

Dua anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) mengayuh sepedanya dalam parade sepeda tua di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali. Minggu (9/2/2014). Parade sepeda itu diikuti oleh 1.000 peserta sebagai bentuk pengenalan sejarah budaya sepeda tua sekaligus mengajak masyarakat menggemari olahraga bersepeda. (JIBI/Solopos/Antara/Wira Suryantala)

Hari kemerdekaan dimaknai tim medis dengan menggelar sepeda santai keliling Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA - Ratusan anggota Pusat Bantuan Kesehatan 118 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyemarakkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (RI) ke-70 dengan bersepeda santai berkeliling Jogja dengan tertib dan menjaga keselamatan bersama.

"Karena identik dengan kegiatan bantuan ketika terjadi bencana alam, kegiatan ini memakai 'voorijder' atau pengawalan khusus dengan dua mobil ambulans serta Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Pemda DIY," kata ketua panitia kegiatan itu Anang Rudiyanto, Minggu (16/8/2015)

Menurut dia, kegiatan memperingati HUT ke-70 Kemerdekaan RI, pihaknya mengumpulkan para anggota dari Pusat Bantuan Kesehatan (Pusbankes) 118 DIY untuk bersilaturahim dan melakukan kegiatan positif.

"Kegiatan silaturahim dan diisi dengan sepeda santai ini memang baru pertama ini dilakukan. Selama ini kami banyak bertemu saat beraktivitas di kebencanaan alam serta diklat medis, paramedis, maupun orang awam. Kegitan ini untuk mempererat silaturahim para anggota, mulai dokter, perawat, maupun karyawan," katanya.

Ia mengatakan, meski kegiatan ini sekadar sepeda santai, namun pihaknya tetap memakai pengawalan khusus. Untuk membantu memperlancar arus lalu lintas, karena banyaknya anggota yang mengikuti kegaiatan ini.

"Sesuai kesepakatan, meski bersepeda kami tetap mematuhi aturan lalu linas. Supaya tidak mengganggu lalu lintas yang ada. Ada dua ambulance serta dari TRC BPBD DIY yang mengawal," katanya.

Anang mengatakan, rute yang dipilihnya diminimalkan melewati traffic light, mulai dari RSUP Dr Sardjito, melewati Cebongan, Sleman. Kemudian diselesaikan di RS PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman.

Ketua Pusbankes 118 DIY Hendro Wartatmo menambahkan, agenda pertemuan para anggota untuk keakraban ini memang baru pertama kalinya.

"Meski lampu merah (di traffic light) dan memakai voorijder, kami tetap berhenti agar tak mengganggu arus lalu lintas," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis