PENIPUAN DI GUNUNGKIDUL : Nama Kepala Dinas Dicatut untuk Penipuan Tunjangan Pensiunan Guru

Uli Febriarni
Uli Febriarni Rabu, 19 Agustus 2015 15:20 WIB
PENIPUAN DI GUNUNGKIDUL : Nama Kepala Dinas Dicatut untuk Penipuan Tunjangan Pensiunan Guru

Ilustrasi menelepon (JIBI/Solopos/Reuters/Aly Song)

Penipuan di Gunungkidul terjadi dengan mencatut nama kepala dinas

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Nama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Sudodo digunakan sebagai alat penipuan. Bermodus penerimaan tunjangan purna tugas untuk pensiunan guru Sekolah Dasar (SD).

Salah satu pensiunan Guru SD warga Dusun Kepek I, Desa Kepek, Wonosari, Christina Sumarni menjelaskan, bahwa pada Selasa (18/8/2015) sekitar pukul 10.30 WIB, nomor telepon genggam miliknya dihubungi oleh seseorang yang mengatasnamakan diri sebagai Sudodo, Kepala Disdikpora Gunungkidul.

Orang tersebut menjelaskan bahwa ia telah mendapatkan tunjangan purna tugas sebesar Rp375 juta. Namun sebelum dapat mengambil tunjangan, Christina harus menyetorkan uang untuk biaya  pendampingan ke Disdikpora Gunungkidul sebesar Rp27 juta.

"Saya dihubungi seseorang bernomor  081285391063 yang mengaku Sudodo, Kepala Disdikpora Gunungkidul. Karena bingung, akhirnya kami kemudian langsung menghubungi Kantor Disdikpora Gunungkidul," ungkapnya, Selasa.

Saat dihubungi, Sekretaris Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid menjelaskan, berdasarkan keterangan pengakuan pensiunan Guru SD tersebut, pihak Disdikpora tidak tahu-menahu soal siapa pelaku pencatutan yang mengatasnamakan Sudodo itu.

"Itu hanya modus penipuan berkedok pencatutan Kepala Disdikpora Gunungkidul. Dinas tak pernah memberikan informasi apapun melalui sambungan telepon," tegasnya.

Dia berharap kepada seluruh warga masyarakat agar selalu waspada terhadap aksi penipuan berkedok pencatutan nama dinas dan instansi apapun. Ia mengimbau kepada masyarakat jika mengalami hal serupa agar langsung melakukan konfirmasi ke Disdikpora, sehingga tidak terjadi korban penipuan oleh oknum yang tak bertangggung jawab.

Sudodo sendiri belum dapat diminta konfirmasi atas adanya kasus tersebut. Ketika dicoba dihubungi, dari nomor telepon genggamnya hanya berbunyi nada sambung namun tidak mendapat tanggapan, saat dikirim pesan singkat, yang bersangkutan belum juga memberikan keterangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online