Pelni Minta Semua Kapal Melintas di Laut Jawa Ikut Pantau Virgo Transport 8
Pelni meminta kapal yang melintas di Laut Jawa memantau Virgo Transport 8. Sinyal terakhir kapal tercatat pukul 22.33 WIB.
Krenova ditampilkan dalam Jogja Fashion Week. (Harian Jogja/Rina Wijayanti)
Jogja Fashion Week memamerkan krenova, kreasi kain dari bahan alam sebagai salah satu kreativitas di dunia fashion
Harianjogja.com, JOGJA - Kain krenova menjadi salah satu koleksi yang dimunculkan dalam ajang Jogja Fashion Week pekan ini. Berbeda dengan batik, kain ini diperoleh dari eksplorasi warna alam dan teknik penjemuran.
Sylvia Eriana Dewi, perempuan asal Magelang menemukan karya apik dia beri nama kain krenova. Krenova diambil dari kata kreasi dan inovasi. Kini akronim tersebut melekat pada karyanya yang banyak digemari kalangan pecinta fashion.
Salah satu karakter kain krenova adalah tidak memiliki motif yang sama. One product one design menjadi salah satu keunggulan produk ini.
Kain krenova merupakan kain yang digarap dengan menggunakan pewarnaan alam. Ada kulit rambutan, daun mangga, daun tembakau, daun putri malu, kunyit, kayu mahoni dan masih banyak lagi.
Sylvia menjelaskan, cara memproduksi kain krenova tidaklah sulit. Bahan warna alam direbus sekitar empat jam, untuk hasil maksimal lebih baik menggunakan kayu bakar, lalu kain siap diwarnai. Setelah diwarnai kain diberi dengan bahan pengunci warna, setelah itu barulah kain di jemur.
Disinilah, kata Sylvia, letak perbedaan pembuatan kain krenova dengan kain batik. Selain itu teknik pembuatan kain krenova juga terbilang mudah, tidak serumit pembuatan batik. Untuk mendapatkan detil motif krenova bisa dilakukan dengan cara celup, ditetes maupun semprot. "Krenova bisa diproduksi secara massal, produknyapun juga cocok untuk digunakan sebagai busana diberbagai kesempatan," katanya.
Sylvia yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidik khusus kerajinan batik di kotanya Magelang ini ingin kain ciptaannya menjadi cirikhas Magelang.
Menurutnya inspirasi penemuan ini dia dapat tanpa sengaja. Saat itu ada karyawannya meletakkan kain untuk membatik di sembarang tempat dan kain tersebut terkena tetesan pewarna alam, hasil tersebut lantas terus dieksplorasi dan didapatkan karya krenova.
"Saya dapatkan inspirasi ini tanpa sengaja, saya sangat berharap krenova menjadi kebanggaan warga Magelang," katanya.
Kini krenova telah memproduksi lebih dari 30 jenis warna. Warna yang paling sulit ialah warna biru yang dihasilkan dari tumbuhan tepi laut, indigovera. Selembar krenova ukuran 2m x 115cm dijual seharga Rp200.000, sementara untuk kain krenova warna biru dijual dengan harga yang lebih tinggi yakni Rp250.000. Harga jual kain akan berbeda jika dipadukan dengan sentuhan batik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelni meminta kapal yang melintas di Laut Jawa memantau Virgo Transport 8. Sinyal terakhir kapal tercatat pukul 22.33 WIB.
FAO menyebut gangguan pelayaran Selat Hormuz memicu kelangkaan pupuk global, menaikkan harga energi dan mengancam produksi pangan.
Kejagung melelang 436.283,08 ton batu bara terkait perkara Samin Tan dengan nilai limit Rp178,8 miliar.
DPRD Kota Jogja mendorong penataan PKL Malioboro dilakukan holistik, termasuk meningkatkan kunjungan ke Teras Malioboro.
Rusia diduga memasok informasi intelijen kepada Iran lewat satelit mata-mata untuk membantu serangan presisi terhadap aset militer AS.
KPK mengungkap modus kasus HGB Summarecon yang menyeret pejabat ATR/BPN, pihak swasta, dan uang sitaan senilai Rp106,3 miliar.