Pelni Minta Semua Kapal Melintas di Laut Jawa Ikut Pantau Virgo Transport 8
Pelni meminta kapal yang melintas di Laut Jawa memantau Virgo Transport 8. Sinyal terakhir kapal tercatat pukul 22.33 WIB.
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Siswa berkebutuhan khusus pada kelas inklusi, Yafran didampingi guru pendamping dari orangtuanya, Tri Nur Kayati mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas I SD Negeri Manahan 1, Solo, Senin (27/1). Pihak sekolah mengaku kekurangan Guru Pendamping Kelas (GPK) sehingga bekerjasama dengan orangtua untuk mendampingi anaknya mengikuri proses belajar.
Jogja Kota Inklusi masih belum maksimal diterapkan, salah satunya karena kekurangan tenaga pendidik
Harianjogja.com, JOGJA-Penerapan kota inklusi di Jogja belum maksimal. Bidang pendidikan yang diklaim lebih dulu merealisasikan program inklusi justru menimbulkan stereotype sekolah inklusi di lembaga pendidikan tertentu.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Jogja Agung Damar Kusumandaru di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) Kota Inklusi di Balaikota Jogja, Kamis (3/9/2015).
Menurut Agung, bidang pendidikan yang dinilai paling siap tak lepas dari persoalan, seperti minimnya jumlah guru pendamping khusus (GPK) dan persepsi sekolah tertentu sebagai sekolah inklusi.
"Padahal seluruh sekolah di Jogja adalah sekolah inklusi dan tidak boleh menolak anak berkebutuhan khusus (ABK)," ujarnya.
Agung mencontohkan, stereotype di sekolah tertentu seperti yang terjadi di SDN Bangunrejo 2. ABK yang bersekolah di sana mencapai 30% dari total murid. Dinilainya, kondisi ini menyulitkan GPK dalam melakukan pendampingan.
Ia juga menjelaskan, selain bidang pendidikan, ketenagakerjaan juga menjadi sorotan dalam mengoptimalkan ABK supaya mereka dapat masuk ke dunia kerja.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Jogja, Sugeng Mulyo Subono menyebutkan beberapa kendala yang dihadapi sekolah inklusi, antara lain, masih ada penolakan dari sekolah, belum semua sekolah memahami pendidikan inklusi, jumlah ABK melebihi kemampuan sekolah, kurang ada keseimbangan varian ABK dgn GPK, dan guru belum bersikap proaktif dan ramah terhadap semua anak.
"Saat ini kami sedang menyusun Peraturan Walikota (Perwal) tentang pendidikan inklusi supaya penerapannya lebih optimal," kata Sugeng.
Sebelumnya, Kepala SDN Bangunrejo II Antonia Retna Sriningsih mengatakan sekalipun termasuk sekolah inklusi, ia hanya menerima siswa berkebutuhan khusus slow learner atau lambat belajar dan low vision. Alasannya, ketiadaan guru menjadi penyebab utama. “Kalau siswa berkebutuhan khusus membawa guru sendiri tidak masalah, kami bisa menerima,” tuturnya.
Menurutnya, menolak siswa berkebutuhan khusus yang mendaftar lebih bertanggungjawab ketimbang menerima tetapi akhirnya menelantarkan kebutuhan siswa karena tidak bisa memenuhi. “Misal saya menerima tetapi tidak melayani dengan baik malah jadi dosa,” ucapnya.
Retna memaparkan, jumlah siswa berkebutuhan khusus di sekolahnya mencapai 60 dari 123 anak. Sementara GPK yang disediakan pemerintah hanya satu orang dan itu pun hanya datang seminggu dua kali karena berfungsi sebagai konsultan.
Untuk pendampingan siswa berkebutuhan khusus, kata dia, sekolah memanfaatkan tiga orang mahasiswa yang melakukan penelitian di tempatnya yang diberi honor Rp250.000 per bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelni meminta kapal yang melintas di Laut Jawa memantau Virgo Transport 8. Sinyal terakhir kapal tercatat pukul 22.33 WIB.
SMAN 1 Sentolo menjelaskan penanganan dugaan pelecehan oleh oknum satpam dan memastikan petugas tersebut dinonaktifkan mulai 17 September.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di Bandara Palembang hingga 700 meter. Empat penerbangan kedatangan mengalami keterlambatan.
Xiaomi resmi merilis Redmi Watch 6 Active, Watch 6 Lite, dan Smart Band 11 Active di Indonesia dengan harga mulai Rp449.000.
Basarnas memastikan Kapal Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa. Sebanyak 129 orang masih dalam proses pencarian.
Puluhan siswa di dua sekolah Temon mengalami mual dan muntah usai menyantap MBG. Dinkes Kulonprogo mengirim sampel makanan ke laboratorium.