MUSIM KEMARAU : Kasus ISPA Mulai Muncul di Kulonprogo

Holy Kartika Nurwigati
Holy Kartika Nurwigati Selasa, 08 September 2015 09:20 WIB
MUSIM KEMARAU : Kasus ISPA Mulai Muncul di Kulonprogo

SEKOLAH PAKAI MASKER Siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Puncu II menggunakan masker saat beraktivitas di ruang kelas di kawasan terdampak parah Erupsi Gunung Kelud di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kediri, Jawa Timur, Selasa (11/3). Siswa diwajibkan menggunakan masker karena masih banyaknya debu vulkanikdi sekolah mereka. ANTARA FOTO/Rudi Mulya

Musim Kemarau memicu serangan penyakit ISPA

Harianjogja.com, KULONPROGO – Dinas Kesehatan Kulonprogo mengimbau warga untuk waspada terhadap sejumlah penyakit di musim kemarau panjang seperti saat ini. Debu dan cuaca yang panas seperti ini mulai menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno mengatakan, penyakit yang mengalami peningkatan jumlah penderita, kebanyakan saat ini adalah penyakit ISPA. Apalagi, kondisi udara yang berdebu dan cuaca panas menjadi salah satu faktor munculnya penyakit ini.

“Kalau saat ini, kebanyakan ISPA yang banyak dikeluhkan warga. Karena musimnya kemarau, cenderung panas dan berdebu, sehingga menganggu pernapasan,” ujar Bambang kepada Harian Jogja, Senin (7/9/2015).

Bambang mengimbau, agar masyarakat dapat lebih memerhatikan kebersihan lingkungan. Debu dan virus juga dapat berpotensi menimbulkan penyakit kulit. Di antaranya seperti penyakit cacar air yang mudah menyebar dengan cepat. Bambang mengatakan, antisipasi penyakit ini harus diperhatikan dengan baik, terutama saat menyerang anak-anak.

“Penyakit ini ditularkan oleh virus dan gampang sekali menular. Makanya, kami mengimbau untuk anak-anak terutama. Jika terkena penyakit ini, memang harus diisolasi, artinya sebaiknya tidak ke sekolah dulu. Pali cepat tiga hari istirahat di rumah, dan paling lama sekitar seminggu agar benar-benar pulih,” tandas Bambang.

Selain itu, data yang dimiliki Dinkes terkait penyakit yang mulai bermunculan di musim kemarau seperti saat ini juga cukup banyak. Di antaranya penyakit diabetes mellitus dan hipertensi. Asupan makan yang kurang diperhatikan  menjadi salah satu faktor maraknya penyakit ini.

“Penyakit seperti diabetes dan hipertensi juga mulai banyak dikeluhkan warga,” jelas Bambang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online