PILKADA GUNUNGKIDUL : Masa Kampanye Sudah 2 Minggu, Baru Terpasang 1 Spanduk
Pilkada Gunungkidul sudah masuk dua minggu, namun baru terpasang satu spanduk
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Hingga dua pekan masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah Pilkada) 2015 Kabupaten Gunungkidul, spanduk media kampanye bagi pasangan calon (paslon) baru terpasang satu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut kendala ada pada pihak rekanan.
Komisioner Divisi Hukum, Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga KPU Kabupaten Gunungkidul, Is Sumarsono menyebut satu spanduk yang terpasang itu ada di ruas Jalan Ki Demang Wonopawiro, Piyaman, Wonosari, tepat di seberang kantor KPU, di sisi timur gapura masuk Jalan Nusantara.
"Titik lainnya akan dipasang bertahap, untuk titik pemasangan di desa dan kecamatan sudah tidak ada masalah, sudah kita tentukan. Ini kita tidak tahu, kami tinggal menunggu rekanan, diupayakan pekan ini selesai," tuturnya, Rabu (9/9/2015).
Is menambahkan, hingga Rabu sore pihaknya belum mendapat konfirmasi dari rekanan yang mendapat tugas memasang Alat Peraga Kampanye (APK) di desa dan kecamatan (selain baliho).
Sementara itu, lima baliho untuk dipasang di lima titik wilayah Kabupaten Gunungkidul, seperti di Karangmojo, Saptosari, Playen, Patuk, dan Rongkop sudah terpasang. Untuk Karangmojo, dipasang di Wiladeg, di Patuk terpasang di tikungan Hargodumilah, Playen di gedung serbaguna Siyono, Rongkop tak jauh dari Balai Desa Semugih, dan Saptosari tak jauh dari Polsek Saptosari.
Komisioner KPU Gunungkidul Divisi Keuangan dan Logistik, Andang Nugroho mengungkapkan, saat ini KPU juga memfasilitasi lima spanduk dan lima umbul-umbul lagi per paslon, sebagai media kampanye yang bisa digunakan saat paslon mengadakan rapat umum terbatas bersama pendukung. Sehingga, mereka juga hanya menggunakan APK yang disediakan oleh KPU, bukan milik mereka sendiri.
Ketua KPU Kabupaten Gunungkidul, Zainuri Ikhsan menjelaskan, untuk pemasangan baliho, ditemui sejumlah kendala, seperti misalnya, karena membawa baliho yang berukuran besar itu cukup sulit, maka pihak rekanan dan KPU akhirnya memutuskan untuk sejumlah baliho, dirakit di lokasi.
"Selain itu, kita juga agak sulit menentukan tempat, agar semua baliho paslon bisa dipasang di satu tempat bersamaan, karena kalau berbeda titik, tentu akan rawan kecemburuan. Untuk Patuk, paling susah, karena berada di tepi jalan besar," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share