Kasus Keracunan MBG Berpeluang Diproses Pidana dan Perdata, Polisi Harus Proaktif
Kasus keracunan MBG mencapai 50.000. Komisi IX DPR menilai kasus dapat diproses pidana dan perdata serta meminta polisi proaktif.
Siswa SD Negeri Pasar Kliwon 1, Solo melihat proses penyembelihan hewan kurban di sekolah mereka pada hari tasrik, Senin (6/10/2014). Sekolah tersebut menyembelih seekor sapi dan dua ekor kambing pada Iduladha 2014 ini guna mengajarkan kepedulian dan rasa saling berbagi kepada siswa. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)
Hewan kurban harus disembelih secara syar'i sehingga Fakultas Peternakan UGM melatih ratusan petugas penyembelih hewan kurban di masjid dan panitia Idul Adha dari wilayah DIY
Harianjogja.com, SLEMAN – Menjelang hari raya Idul Adha, Fakultas Peternakan UGM melatih ratusan petugas penyembelih hewan kurban di masjid dan panitia Idul Adha dari wilayah DIY cara menyembelih hewan kurban secara syar’i. Acara ini diadakan di Auditorium Fakultas Peternakan UGM, Rabu (16/9/2015).
Peneliti produk halal dari Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono mengatakan pelatihan pemotongan hewan qurban secara syar'i memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman bagi para panitia qurban tentang bagaimana sebenarnya makna dan kaidah dalam menyembelih dan mengelola daging kurban.
"Selama ini mungkin masih ada yang 'waton wani' saja tanpa mempertimbangkan hal-hal baik hewan itu sendiri maupun daging setelah dipotong. Pelatihan ini peserta diajak untuk memahami lebih dalam proses penyembelihan hewan qurban yang syar'i dan sehat," jelas Nanung saat memberikan pelatihan.
Pengelolaan dan pemotongan hewan yang benar menurut dia menjadi sangat penting untuk dilaksanakan. Apalagi, daging nantinya akan dibagikan pada masyarakat luas.
“Jangan sampai ada penyakit yang menular karena hewan tidak benar-benar dikelola dengan baik. Selain itu jangan sampai menyembelih hanya dengan keberanian saja, namun harus sesuai dengan teknik yang ada,” kata Nanung.
Nanung menjelaskan jika hanya menyembelih namun tidak dengan teknik yang benar bisa-bisa daging cepat busuk. Selain itu bisa saja daging akan terasa masam jika disembelih saat hewan kurban stress dan berlari-larian sebelum disembelih.
Masih ada aturan memuliakan hewan kurban. Dia berharap panitia kurban tidak menguliti hewan kurban saat hewan masih hidup. Bisa saja hewan kurban itu mati bukan karena disembelih namun karena kesakitan saat dikuliti.
“Sebelum ternak benar-benar mati dilarang menusuk jantungnya, menguliti, memotong kaki dan memotong ekornya. Cara mengecek bila sudah mati, cukup melihat reflek mata, reflek ekor dan reflek kuku. Sentuh bola mata masih berkedip atau tidak, geser ekor jika ada perlawanan jadi masih hidup dan tusuk perlahan bagian jari-jari hewan kurban jika masih ada reflek berarti masih hidup,” jelas Nanung.
Sementara itu Kepala Laboratorium Ilmu dan Teknologi Daging Fakultas Peternakan UGM, Edi Suryanto selaku Kepala Laboratorium Ilmu dan Teknologi Daging Fakultas Peternakan UGM penanganan hewan ternak setelah disembelih juga sangat penting diperhatikan. Jangan sampai pengolahannya tidak higienis.
“Jangan mencuci jeroan hewan kurban di sungai. Selain itu untuk mengkonsumsi hewan kurban yang benar jangan semuanya direbus. Namun awetkan dengan memasukkan daging ke freezer dan olah sesuai dengan kebutuhan. Jangan kawatir busuk, daging jika di freezer mampu bertahan hingga satu tahun,” jelas Edi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus keracunan MBG mencapai 50.000. Komisi IX DPR menilai kasus dapat diproses pidana dan perdata serta meminta polisi proaktif.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri
Tim penyidik KPK menggeledah tiga ruangan di kompleks Kementerian ATR/BPN Jakarta dan membawa tiga koper terkait penyidikan suap HGB.
BBWSSO selesaikan uji sampel air sungai di Gunungkidul. Hasilnya kategori cemar ringan namun tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Stasiun Geofisika Manado mencatat 515 gempa tektonik guncang Sulawesi Utara selama Agustus 2026. Gempa terbesar capai magnitudo 6,5.