PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Warga Semanu Gotong Royong Bangun Sistem Pengairan

Uli Febriarni
Uli Febriarni Selasa, 22 September 2015 15:25 WIB
PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Warga Semanu Gotong Royong Bangun Sistem Pengairan

Pertanian Gunungkidul memanfaatkan bendungan sungai untuk mengaliri lahan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Warga yang berasal dari tiga dusun yang ada di Desa Semanu, yakni Semanu Selatan, Semanu Tengah dan Semanu Utara memanfaatkan bendungan sungai untuk mengaliri lahan pertanian masyarakat. Sistem pengairan atau irigasi tersebut merupakan ide dari kelompok tani bernama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sumberagung, Semanu Selatan.

Kepala Dusun Semanu Selatan, Mujiyana bahkan optimis, air yang dihasilkan dari P3A ini ke depannya, tidak pernah surut meskipun memasuki musim kemarau panjang.

Ia mengatakan, ide tersebut muncul diawali dengan pembuatan proposal kepada Balai Besar Wilayah Serayu Opak pada 2004-2005 lalu. Proposal itu dibuat berdasarkan keinginan masyarakat agar pertaniannya maju.

Ia menjelaskan, pada 2006 kemudian usulan itu diterima dengan turunnya dana sekitar Rp1,7 miliar untuk pembangunan tahap pertama.

Metode sistem pengairan ini, digunakan untuk membendung Sungai Gondang yang berada di Dusun Semanu Selatan. Setelah dibendung, kemudian membuat sumur lebih tinggi yang berada di dekatnya.

"Di dalam sumur itu terdapat dua pipa besar, dengan sebuah genset [generator set]. Tenaga genset digunakan untuk menyedot air dari bendungan, lalu kemudian dipompa agar air bisa naik ke atas," jelasnya.

Mujiyana menambahkan, ketinggian antara bendungan dengan tanah berjarak sekitar 50 meter, lalu disuplai oleh dua pipa di tampungan atau bendungan. Debit air yang dihasilkan 30 liter per detik.

"Dengan itu debit air yang dihasilkan cukup besar, bisa mengairi 30-40 hektare, daya mengairi yang paling maksimal sekitar 90 hektare lahan," ucapnya.

Ia menerangkan, pada tahun 2007 lalu, dusun melakukan pengembangan jaringan, yang merupakan pembangunan tahap kedua, memakan dana sekitar Rp500 juta.

Meski demikian, satu sistem pengairan yang menggunakan air dari bendungan ini dapat mengaliri pertanian yang ada di tiga dusun yakni, Semanu Selatan, Semanu Tengah dan Semanu Utara.

Ia menambahkan, untuk menampung air ke bendungan, dibutuhkan 10 liter solar per satu jam. Setiap kali menggunakannya, warga dipungut biaya sekitar Rp85.000. Biaya ini nantinya digunakan untuk membayar jasa operator dan kas dusun.

"Untuk pembayaran sebenarnya menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak jenis solar, hal itu supaya masyarakat tidak kerepotan, tapi sekarang sedang mahal. Diharapkan dengan adanya mesin irigasi P3A ini dapat membantu masyarakat, sehingga pertanian lebih maju," terangnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis