DVI Polri Identifikasi 2 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Agenda seni Jogja Yogyakarta International Art Festival 2015” di Jogja Nasional Museum (JNM) menjadi ajang berkarya seniman 22 negara
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 50 seniman dari 22 negara berkarya dalam “Yogyakarta International Art Festival 2015” di Jogja Nasional Museum (JNM) sejak Senin (5/10/2015) silam. Mereka menyelesaikan sedikitnya dua karya seni di JNM selama lima hari.
Giuseppe Strand Spitu, Seniman asal Italia sedang mengukir batu menjadi karya seni. Bukan membuat batu akik tentunya. Dia merubah dua batu balok berdiameter satu meter menjadi ukiran yang sangat halus.
Batu pertama dirubahnya menjadi batu kotak yang mengeluarkan air. Batu kedua dipolesnya seolah berada di atas kotak kardus kusam. Semua ini dikerjakannya sendiri selama tiga hari terakhir di Jogja Nasional Museum (JNM).
“Saya suka berkarya di sini. Di sini berkarya bisa berkolaborasi dengan spontanitas. Tidak bisa saya temukan di negara lain,” kata Giuseppe yang mengajak kolaborasi seniman lokal Jogja Eddy Sulistyo.
Giuseppe mengaku selam berkarya hanya beristirahat dua jam untuk memejamkan mata. Tangan dan pikirannya seakan belum mau berhenti untuk terus mengayunkan gergajinya memotong dan menghaluskan batu-batu besar itu.
Pria kelahiran Italia itu mengaku sangat suka berkarya di Asia. Di Indonesia dia baru pertama kali berkarya.
Meskipun ingin sekali menjelaskan apa yang dia buat, namun Giuseppe tetap mengarahkan mata gergaji itu ke ukiran batu. Dia melihat karyanya belum juga sempurna di matanya.
Eddy yang menemani Giuseppe mengaku kewalahan melihat orang Italia ini bekerja. Tidak pernah sedikitpun dia beristirahat, meskipun karyanya sudah selesai 80%.
“Saya hanya membantu melukis tidak membuat karya ini. Melihat dia kerja siang dan malam sangat mengagumkan, tidak seperti seniman kita yang hanya membuat konsep namun pengerjaannya dilakukan orang lain,” kata Eddy.
Giuseppe tidak sendiri. Dia berkarya bersama 50 seniman lainnya dari 22 negara di JNM. Tidak hanya karya batu, ada juga karya lukisan, ukiran, cungkil kayu dan masih banyak karya seni lainnya di kerjakan di sini hingga tanggal 10 Oktober mendatang.
Ketua Panitia “Yogyakarta International Art Festival 2015”, Hadi Soesanto mengatakan pihaknya memang sengaja mengundang senian dari 22 negara untuk berkarya di JNM. Tujuannya hanya untuk berjumpa dengan senimannya.
“Selama ini orang Jogja hanya tau karyanya tidak tau pembuatnya. Nah, di sini kami berharap warga Jogja bisa berjumpa dengan senimannya, bahkan saat mereka berkarya lagi,” jelas Hadi.
Hadi mengaku semua seniman ini gratis datang ke Jogja. Kebutuhannya di Jogja dipenuhi oleh panitia. Bahkan setiap sore, para seniman ini disuguhi dua hiburan tari-tarian kas Jogja.
“Besok kami ajak mereka pawai keliling JNM dan hari terakhir kami ajak berkolaborasi dengan seniman lokal di Gunungkidul. Mereka akan berkolaborasi dengan seniman kukis, pematung, seniman keramik dan masih banyak lagi,” jelas Hadi yang berharap bisa membantu promosi Jogja ke kancah dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
PSIM Jogja kalah 2-1 dari Madura United setelah unggul lebih dulu. Van Gastel menilai laga seharusnya sudah dikunci sejak babak pertama.
Penembakan terjadi di Banga National High School, Filipina. Tiga orang tewas, termasuk terduga pelaku, dan delapan lainnya terluka.
Huawei MatePad Air 2026 resmi dijual di Indonesia seharga Rp13.999.000. Simak spesifikasi, fitur AI, layar, baterai, dan aksesori.
Paparan sound horeg selama satu jam disebut bisa memicu penurunan pendengaran. Dokter menjelaskan risiko dan cara perlindungannya.
Wisata Bromo kembali dibuka mulai 19 September 2026 setelah kawasan dinyatakan aman pascakebakaran. Simak aturan tiketnya.