INFRASTRUKTUR JOGJA : Penggantian Trotoar Terkendala Teknis

Jum'at, 09 Oktober 2015 06:20 WIB
INFRASTRUKTUR JOGJA : Penggantian Trotoar Terkendala Teknis

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah pekerja memasang batu candi sebagai pengganti lantai kawasan pedestrian Nol Kilometer, Jogja dari berlantai konblok menjadi lantai berbahan batu kali, sepeti terlihat, Minggu (14/10). Lantai batu kali di tambah sejumlah tanaman kepala gading semakin mempercantik kawasan ini.

Infrastruktur Jogja untuk penataan trotoar masih dalam pembahasan

Harianjogja.com, JOGJA-Rencana penggantian trotoar di lima kawasan heritage Jogja dengan batu candi bermotif masih bertabrakan dengan akses fasilitas umum bagi penyandang disabilitas. Pasalnya, belum bisa dipastikan jalur bagi penyandang disabilitas dapat dibuat jika alas trotoar diganti.

Kepala Dinas Permukiman Sarana dan Wilayah (Kimpraswil) Jogja Toto Suroto tidak menampik rencana penggantian material trotoar di kawasan Kraton Jogja, Pakualaman, Malioboro, Kotabaru dan Kotagede dengan batu candi bermotif yang menjadi ciri khas Jogja, misal pola batik, belum dapat dipastikan karena masih terkendala hal teknis. “Sebenarnya kalau diterapkan bagus, bisa untuk penataan kawasan sehingga lebih atraktif,” ujarnya, Kamis (8/10/2015).

Selain persoalan akses untuk penyandang disabilitas, pola yang diterapkan juga cenderung sulit di Jogja. Sebab, jalan di Jogja memiliki ruas jalan yang relatif pendek dan banyak persimpangan. Ia menyebutkan, ukuran wilayah 32,5 kilometer persegi, ruas jalan yang dimiliki Jogja mencapai 500 titik. Tidak hanya itu, lebar trotoar di Jogja rata-rata 1,2 meter dan menyulitkan pembuatan pola karena terlalu sempit.

“Hal-hal seperti ini masih harus dibahas, sebab kemungkinan anggaran juga besar, walaupun belum ada estimasi,” kata Toto. Terlebih, penerapan trotoar bermotif dalam jangka panjang akan ditempatkan di seluruh trotoar di Jogja yang memiliki panjang total 240 kilometer. Disebutkannya tegel berpola memiliki harga Rp30.000 sampai Rp50.000 per meter persegi.

Anggota Komisi C DPRD Jogja Suwarto menilai penerapan trotoar berpola dapat meningkatkan destinasi wisata sekaligus mengangkat citra Jogja sebagai kota budaya. “Harapannya bisa segera terealisasi,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online