KESENIAN RAKYAT : Ande-Ande Lumut Menangkan Festival Pertunjukan Rakyat

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 19 Oktober 2015 08:20 WIB
KESENIAN RAKYAT : Ande-Ande Lumut Menangkan Festival Pertunjukan Rakyat

Pementasan kelompok ketoprak Banjaran Timur dalam Festival Ketoprak 2014 di Gedung Kesenian Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/6/2014) malam. Festival yang menampilkan pementasan ketoprak dan pameran foto tersebut berlangsung hingga Sabtu (14/6/2014). (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)

Kesenian rakyat berjudul Ande-ande Lumut memenangkan festival pertunjukan rakyat

Harianjogja.com, JOGJA-Lomba festival seni pertunjukan rakyat di Balai Desa Banguntapan, Bantul, Sabtu (17/10/2015) malam diikuti empat kabupaten. Kota Jogja tidak mengutus perwakilannya untuk mencari bibit seni pertunjukan rakyat yang akan dilombakan tingkat nasional tersebut.

Panitia Acara, Martan mengatakan empat grup seni kelompok pertunjukan dari Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulonprogo itu akhirnya dimenangkan tim dari Kulonprogo.

"Otomatis kelompok seni pertunjukan rakyat dari Kulonprogo ini akan mewakili DIY dalam lomba tingkat nasional 2016 mendatang, yang diselenggarakan Kementrian Komunikasi dan Informatika." kata Martan.

Ia menjelaskan kelompok seni pertunjukan rakyat dari Kulonprogo membawakan cerita rakyat 'Ande-ande Lumut'. Menurut Martan, kelompok itu layak menang karena cara penyampaiannya yang bagus, pesannya dapat, dan unsur hiburannya juga kental.

Pesan yang disampaikan di antaranya soal keharusan menjaga kebersihan kali, karena dalam cerita yang dimainkan oleh sembilan orang dan tujuh pengiring itu, di antaranya banyak melintasi kali."Pesan bisa diterima penonton tanpa menggurui, hiburannya juga kental," jelas Martan.

Selain memilih pemenang kelompok, panitia juga memilih sutradara terbaik, dan pemain pria serta pemain wanita terbaik. Untuk sutradara terbaik dimenangkan Sleman. Pemain wanita terbaik dari Bantul, dan pemain pria terbaik dari Kulonprogo.

Martan menyatakan, lomba kesenian pertunjukan rakyat itu digelar dalam rangka mencari bibit unggul tentang pertunjukan rakyat yang berasal dari akar budaya masyarakat. Dia berharap kesenian tradisional itu akan tetap bertahan dan banyak diminati masyarakat dan ada regenerasi dari tahun ke tahun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online