BPS Jelaskan Arti Desil 1-10 dalam DTSEN, Ini Kriterianya
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Penampilan ketoprak dibintangi Yu Beruk ajak masyarakat mengenali uang palsu yang diselenggarakan KPBI DIY di kawasan wisata Waduk Sermo Kulonprogo, Sabtu (24/10/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Uang palsu dicegah peredarannya.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Maraknya peredaran uang palsu terjadi akibat kurangnya pemahaman masyarakat. Menyasar masyarakat pedesaan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY menggelar sosialisasi uang asli di kawasan wisata objek wisata Waduk Sermo, Sabtu (24/10/2015).
"Kami ingin semua masyarakat, baik di pelosok desa maupun perkotaan dapat melek rupiah. Maka dari itu, kami menggelar sosialisasi uang palsu," ujar Deputi Kepala Perwakilan KPBI DIY Hilman Tisnawan.
Hilman mengatakan, sosialisasi yang diadakan dikemas dengan cara yang berbeda. Pasalnya, metode sosialisasi dengan one way communication, dinilai kurang strategis. Maka dari itu, sambil turut mempromosikan serta melestarikan budaya yang ada, sosialisasi kali ini dikemas dengan penampilan ketoprak.
Pada penyelenggaraan sosialisasi uang palsu oleh KPBI DIY, turut menggandeng seniman ketoprak dari Jogja yakni Yu Beruk dan beberapa seniman lain, serta melibatkan kesenian daerah setempat.
"Melalui kemasan ini, masyarakat menjadi lebih memahami uang rupiah. Selain itu, kegiatan ini juga wujud kepedulian kami dalam pelestarian budaya. Bahkan, di daerah lain nanti akan dikemas dengan suatu kegiatan dari daerahnya," papar Hilman.
Hilman kembali mengungkapkan, uang palsu yang selama ini masuk ke DIY banyak yang berasal dari luar daerah ini. Kebanyakan wilayah perbatasan DIY menjadi sasaran empuk peredaran uang palsu.
"Rata-rata perbulan ada 100 lembar uang palsu yang diperoleh dari masyarakat yang diserahkan oleh bank," jelas Hilman.
Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo menyambut baik sosialisasi yang digelar KPBI DIY. Sutedjo memaparkan, tidak sedikit warga yang mengalami kerugian karena tidak mengetahui keaslian uang.
"Maka dari itu, sosialisasi ini penting bagi masyarakat untuk mengetahui uang yang diterimanya asli atau palsu," ujar Sutedjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Marc Marquez tercepat di FP1 MotoGP Aragon 2026 dengan 1'47.532. Raul Fernandez ke-2, Marco Bezzecchi ke-3. Bagnaia ke-20, Martin ke-18. Simak hasil lengkapnya.
Hasil FP1 Moto3 Aragon 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ke-20. David Almansa menjadi pembalap tercepat di Sirkuit MotorLand Aragon.
etua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengapresiasi Festival Mustika Rasa yang dihadirkan di Kota Yogyakarta.
Johann Zarco comeback di MotoGP Aragon 2026 usai 3 bulan absen. Lolos pemeriksaan medis, siap balapan. Namun, harus jalani penalti double long lap.
WhatsApp rilis 3 fitur keamanan baru: password 2FA alfanumerik, multi-passkey, dan info panggilan dari nomor tak dikenal. 1 miliar pengguna sudah aktifkan passk