Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
JIBI/Harian Jogja/dokumen
Kekerasan Jogja yang terjadi Agustus lalu akhirnya disidang.
Harianjogja.com, JOGJA-Sidang terdakwa penganiayaan dengan menggunakan cangkul di Timoho Agustus lalu, Anis Lukas Nehemiah, 25, dijaga ketat puluhan personel kepolisian dari Satuan Brimob Polda DIY dan Sabhara Polresta Jogja untuk mengamankan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jogja, Senin (26/10/2015).
Sidang yang berlangsung tak lebih dari satu jam ini menghadirkan saksi Supraptono, Satpam APMD Jogja, tempat kejadian berlangsung. Dijelaskannya, saat kejadian ia masuk shift malam pukul 21.00 WIB dan melihat terdakwa keluar dari areal kampus dan menggeber gas motornya. Kemudian, terdakwa kembali ke kampus, berjalan kaki, dan menuju keluar.
“Saat masuk sudah bawa cangkul dan dipukulkan ke papan penanda parkir, saya sudah berusaha merebut tetapi tak berhasil,” ujarnya dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Jhony Butar Butar.
Kendati demikian, Supraptono tidak mengetahui secara pasti kejadian antara terdakwa dan korban, mengingat kejadian itu tidak berada di dalam kampus.
Sebelumnya, Anis dijerat dengan dakwaan berlapis, yakni penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia diatur dalam Pasal 354 Ayat 2 KUHP dan Pasal 351 Ayat 3 KUHP.
"Ancaman hukuman pidana penjara minimal tujuh tahun dan maksimal sepuluh tahun," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sarwoto dalam sidang minggu lalu.
Seperti yang diketahui, Firza Ardiyansyah Ramadhan, 20, warga Demangan, Caturtunggal, Depok, Sleman, dianiaya oleh orang tak dikenal saat melintas di Jalan Timoho, Jogja, Jumat (7/8) malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Cucu dari politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DIY, Sukamto, ini mengalami luka parah di bagian kepala akibat dihantam cangkul. Korban sempat kritis di Rumah Sakit Bethesda dan akhirnya meninggal Senin (10/8/2015).
Terdakwa yang hendak kabur ke Bali diringkus polisi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur pada Minggu (9/10/2015) sekitar pukul 02.00 WIB. Diduga, motif pencangkulan salah sasaran karena pelaku di bawah pengaruh minuman keras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Keamanan rekening berawal dari HP. Simak 9 kebiasaan yang perlu dihindari serta tips aman menggunakan mobile banking agar data dan uang tetap terlindungi.
BIGBANG akan konser di JIS pada 16 Januari 2027. Simak daftar harga tiket mulai Rp1,55 juta, kategori, serta jadwal penjualan lengkapnya.
Logo Superman bukan sekadar huruf "S". Berawal dari lencana polisi 1938, berevolusi menjadi simbol harapan universal. Simak 85 tahun perjalanan ikon budaya pop
Thailand memperingatkan wisatawan asing agar mematuhi hukum dan budaya setempat. Pelanggar dapat menghadapi pencabutan visa hingga deportasi.
Ruben Onsu meminta publik tak kaitkan persoalan hidupnya dengan perubahan keyakinan. Ia tegaskan urusan keyakinan adalah pribadi. Simak pernyataan lengkapnya.