PILKADA BANTUL : PPP Kian Ditinggalkan
Ilustrasi diorama pemungutan suara (JIBI/Bisnis/Rachman)
Pilkada Bantul untuk simpatisan PPP mengalami perpecahan.
Harianjogja.com, BANTUL- Perpecahan di kalangan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Bantul kian tajam. Puluhan organisasi sayap partai ini satu persatu meninggalkan PPP dan mendukung pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Suharsono-Abdul Halim Muslih.
Sikap puluhan laskar sayap PPP itu berseberangan dengan keputusan partai secara kelembagaan yang mendukung pasangan calon Sri Suryawidati-Misbakhul Munir. Sebelumnya sejumlah laskar PPP mendeklarasikan diri bergabung ke Suharsono.
Gelombang dukungan simpatisan PPP ke Suharsono kian besar. Puluhan laskar PPP pada Minggu (1/11/2015) bakal kembali menggelar deklarasi dukungan ke Suharsono.
"Sebelumnya memang sudah ada yang mendeklarasikan diri mendukung saya, tapi nanti pas hari Minggu, itu 99 persen laskar resmi merapat," terang Suharsono, Sabtu (31/10/2015).
Deklarasi akbar yang bakal menutup sejumlah ruas jalan di wilayah Manding, Bantul itu diklaim bakal dihadiri 10.000 orang, terutama anggota-anggota laskar PPP. Deklarasi berpusat di gedung Gapensi Bantul.
Sikap membelot para simpatisan PPP itu dikarenakan sejarah panjang antara partai ini dan PDIP selaku partai pengusung Sri Suryawidati-Misbakhul Munir. Seperti diketahui, massa PPP dan PDIP berkali-kali pecah bentrok saat gelaran Pemilu Presiden maupun Pemilu Legislatif 2014 lalu.
Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Bantul Eko Sutrisno Aji menyatakan, partainya tidak dapat melarang para simpatisan dari sayap partai yang memiliki sikap berbeda.
"Tapi kami [DPC PPP] harus mengamankan kebijakan partai dari tingkat pusat hingga daerah yang mendukung Sri Suryawidati," kata Eko Sutrisno Aji.
Kendati semakin banyak simpatisan meninggalkan PPP, namun dia yakin partainya dapat bekerja maksimal mendorong suara konstituen agar memilih Sri Suryawidati.
"Kami yakin bisa maksimal," paparnya.
Pada Pemilu Legislatif 2014, PPP Bantul berhasil meraih 38.000 lebih suara. Selain PPP dan PDIP, sejumlah partai yang mendukung Sri Suryawidati antara lain Golkar, Nasdem dan Demokrat. Sementara Suharsono didukung oleh Gerindra, PKS dan PKB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share