73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Puluhan pegawai honorer K2 saat audiensi dengan Bupati Kulonprogo untuk menyampaikan keinginan pengangkatan sebagai PNS di ruang rapat BKD Kulonprogo, Rabu (4/11/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Nasib tenaga honorer untuk 129 orang masih memperjuangkan pengangkatan.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Puluhan pegawai honorer K2 menemui Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengadukan harapan untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Sampai saat ini, jumlah pegawai K2 yang belum diangkat menjadi PNS sebanyak 129 orang, sebagian besar merupakan tenaga teknis.
“Nanti kami akan berupaya mengusulkan ke Kemenpan lewat BKD agar pegawai K2 ini dapat diangkat menjadi PNS. Selain itu, kami akan memfasilitasi jika memang pegawai K2 ini mau ke Jakarta,” ujar Hasto saat menemui pegawai honorer yang tergabung dalam Forum Pegawai Tidak Tetap (PTT)/ Guru Tidak Tetap (GTT) K2 Kulonprogo di ruang pertemuan Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kulonprogo, Rabu (4/11/2015).
Kepala BKD Kulonprogo Yuriyanti mengatakan, sebelumnya jumlah pegawai honorer K2 ada 242 pegawai. Namun, pada penerimaan CPNS 2014 lalu, sebanyak 109 orang dinyatakan lulus lulus tes CPNS. Sedangkan masih ada 133 pegawai K2 yang belum lolos, tiga diantaranya meninggal dunia dan satu orang terputus hubungan kerja, sehingga saat ini tinggal 129 pegawai yang berstatus honorer K2.
Lebih lanjut Yuriyanti menjelaskan, data dan dokumen kepegawaian dari 129 pegawai tersebut telah diverifikasi. Di antaranya terkait Surat Keputusan Pengangkatan, presensi, daftar penerimaan insentif hingga berkas pendidikan seperti ijazah. Bahkan, sudah ada pernyataan tanggung jawab mutlak dari bupati atas kebeneran dokumen tersebut.
“Hasil verifikasi itu sudah disampaikan [bupati] ke Kementerian PAN dan RB pada tahun 2014 lalu. Namun, memang sampai saat ini belum ada pernyataan tertulis atas kejelasan nasib [pegawai] K2 ini,” papar Yuriyanti.
Yuriyanti mengungkapkan, berdasarkan informasi yang tertuang dalam laman situs Kementerian PAN-RB, tercantum pernyataan di mana tenaga honorer K2 yang sudah diverifikasi secara benar dan belum lulus ujian akan diangkat secara bertahap. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada dokumen resmi terkait pengangkatan K2.
“Sesuai instruksi bupati yang disampaikan saat audiensi tadi, kami akan memfasilitasi apa saja permintaan dari pegawai K2. Kami juga akan usulkan pengangkatan honorer K2 dilakukan dalam satu tahap,” tandas Yuriyanti.
Ketua Forum PTT/GTT K2 Kulonprogo Sugeng Riyadi mengatakan, tuntutan kejelasan akan status kepegawaian merupakan harapan terbesar dari pegawai honorer di kabupaten ini. Pasalnya, selama ini pengabdian para PTT maupun GTT telah cukup lama, bahkan ada yang mengabdi hingga puluhan tahun. Sayangnya, pengabdian tersebut tidak sesuai dengan kesejahteraan yang diterima.
“Harapannya, kami semua bisa diangkat. Kalau bisa diangkat secara langsung, tanpa harus ujian, agar tidak ada kesenjangan,” jelas Sugeng
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
NNSiDE by Meliá Yogyakarta resmi memulai pembangunan ballroom baru melalui prosesi Groundbreaking Ceremony yang digelar pada Kamis (27/8).
Vietnam menyiapkan visa preferensial bagi wisatawan asing yang banyak belanja dan tinggal lebih lama. Simak target pariwisata Vietnam hingga 2030.
Kamboja menutup lebih dari 700 kompleks penipuan online dan menangkap hampir 30.000 tersangka dalam operasi pemberantasan selama setahun terakhir.
Mario Aji menunjukkan peningkatan signifikan pada Practice Moto2 Aragon 2026 dengan finis di posisi ke-17 setelah sebelumnya berada di peringkat ke-27 pada FP1.
Kita harapkan Pemkot Yogyakarta dapat menyiapkan menu Mustika Rasa guna atasi stunting di Yogyakarta