Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara)
Mayat dalam gua ditemukan di Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Seorang warga Gunungkidul ditemukan tewas di dasar luweng (gua) sedalam 160 meter, Kamis (6/11/2015).
Korban bernama Wasino, 55, warga Ngampel Gupakan Giripanggang Tepus.
Informasi yang dihimpun Harian Jogja, korban pergi dari rumahnya untuk ke sawah pada Rabu (5/11/2015) sore. Namun, hingga keesokan harinya, korban tidak kembali.
Pihak keluarga kemudian meminta warga untuk mencari bersama. Pencarian dilakukan di sejumlah luweng yang ada di kawasan tersebut.
Pada pencarian tersebut, warga menemukan sabit dan sarung di atas Luweng Kenis, di Dusun Kenis Desa Purwodadi Tepus. Warga kemudian melapor ke Tim SAR untuk meminta bantuan evakuasi.
Tim SAR turun ke luweng sekitar pukul 11.30 WIB dan dua jam kemudian, berhasil menemukan korban di dasar luweng dengan kedalaman 160 meter.
"Evakuasi dilakukan Tim SAR bekerja sama dengan PPA GK," kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 Gunungkidul, Marjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Studi terbaru ungkap larangan orang tua pada teman anak bisa merusak persahabatan dan berdampak pada emosi.
Bareskrim Polri menggerebek THM New Zone Medan, 34 orang diamankan, sebagian positif narkoba. Kasus masih didalami.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah gejolak global saat menghadiri panen raya udang di Kebumen.
Mini Museum PSS Sleman hadir di Stadion Maguwoharjo, menyajikan perjalanan 50 tahun Super Elja lewat koleksi bersejarah.