Skandal Orang Hilang di Pulau Jeju Picu Kekhawatiran Wisatawan
Skandal dugaan pemalsuan laporan orang hilang di Jeju memicu kekhawatiran wisatawan setelah empat orang ditemukan meninggal dalam tiga hari.
Wahyu Sulistiyawan/JIBI/Bisnis Indonesia
Musim hujan mempengaruhi kualitas tembakau.
Harianjogja.com, SLEMAN - Hujan perdana yang terjadi di wilayah Sleman selain memberikan berkah namun juga berdampak pada petani tembakau. Harga tembakau langsung anjlok hingga 50% setelah hujan turun.
Ketua Kelompok Tani Guyub Rukun Nambongan, Caturharjo, Sleman, Darto menjelaskan, baru sekali turun hujan namun ia telah merasakan penurunan harga tembakau. Selain menanam tembakau di lahannya, Darto juga menjadi tengkulak dengan membeli tembakau milik petani kemudian dirajang sendiri menjadi tembakau siap jual.
"Baru kemarin hujan, sekarang sudah turun banyak sekali harganya," ungkapnya saat ditemui Harian Jogja, di areal perkebunan tembakau Jetis, Caturharjo, Sleman, Jumat (6/11/2015).
Ia menambahkan, untuk petani yang menanam sebenarnya saat ini dalam posisi aman. Karena mereka telah memanen beberapa kali saat musim panas sehingga harga masih tinggi. Hanya saja, bagi para tengkulak seperti dirinya mengalami kerugian yang besar.
"Kalau petani yang menanam sendiri masih aman," ujarnya.
Penurunan harga terjadi pada tembakau yang telah dirajang. Menurutnya, para pengusaha besar mulai berspekulasi dengan menurunkan harga tembakau rajang ketika hujan turun. Alasannya karena cuaca yang sudah tidak panas lagi sehingga memicu penurunan aroma tembakau masak. Mengingat tengkulak atau petani seperti dirinya mengeringkan tembakau dengan sinar matahari.
Sebelum turun hujan kisaran harga tembakau rajang antara Rp60.000 untuk kualitas rendah hingga Rp130.000 per kilogram untuk kualitas baik. Tetapi saat ini turun menjadi antara Rp25.000 hingga Rp60.000.
"Ada kualitas A itu masih hijau harganya rendah sampai F itu warnanya merah harganya paling tinggi," kata dia.
Ia membeli tembakau dari petani saat ini dengan harga Rp1.000 per batang pohon karena telah dipanen sebelumnya. Tetapi saat panen pertama harga tembakau perpohon mencapai Rp2.500.
"Kalau tengkulak jelas rugi saat ini karena sudah habis di operasional. Sementara juragan besar membelinya seenaknya mau harga berapa saja," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skandal dugaan pemalsuan laporan orang hilang di Jeju memicu kekhawatiran wisatawan setelah empat orang ditemukan meninggal dalam tiga hari.
NNSiDE by Meliá Yogyakarta resmi memulai pembangunan ballroom baru melalui prosesi Groundbreaking Ceremony yang digelar pada Kamis (27/8).
Vietnam menyiapkan visa preferensial bagi wisatawan asing yang banyak belanja dan tinggal lebih lama. Simak target pariwisata Vietnam hingga 2030.
Kamboja menutup lebih dari 700 kompleks penipuan online dan menangkap hampir 30.000 tersangka dalam operasi pemberantasan selama setahun terakhir.
Mario Aji menunjukkan peningkatan signifikan pada Practice Moto2 Aragon 2026 dengan finis di posisi ke-17 setelah sebelumnya berada di peringkat ke-27 pada FP1.
Kita harapkan Pemkot Yogyakarta dapat menyiapkan menu Mustika Rasa guna atasi stunting di Yogyakarta