Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Gorong-gorong ambles di jalan Sukowaten Banguntapan menyebabkan kemacetan pada jam-jam padat kendaraan. Foto diambil Jumat (21/11/2014). (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro)
Infrastruktur Sleman mengalami perubahan saat musim hujan.
Harianjogja.com, SLEMAN - Sebuah truk tronton terperosok bagian depan lantaran gorong-gorong di Jalan Magelang Km. 11 Tridadi, Sleman ambles tergerus air saat hujan turun, Selasa (10/11/2015) sore. Arus lalu lintas di kawasan itu terpaksa dialihkan.
Pantauan Harianjogja.com, sebuah truk tronton ekspedisi Nopol AA 1401 LK berwarna merah terperosok ke dalam gorong-gorong pada roda bagian depan di ruas jalan Magelang - Jogja sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa itu membuat kemacetan panjang di jalur Magelang - Jogja. Petugas kepolisian melakukan rekayasa arus lalu lintas dengan menjadikan jalur Jogja - Magelang menjadi dua arus lalulintas berlawanan.
Arus lalu lintas dari Magelang menuju Jogja mulai dibelokkan dari penggal berjarak sekitar 100 meter sebelum tempat kejadian perkara (TKP) agar bisa memanfaatkan jalan Jogja - Magelang. Petugas sempat mengevakuasi truk memakai crane namun gagal. Truk yang terperosok baru bisa dievakuasi 2,5 jam setelah kejadian dengan ditarik oleh truk tronton yang lebih kuat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Kementrian Pekerjaan Umum Santoso menyatakan, peristiwa itu terjadi bukan rapuhnya konstruksi pembangunan gorong-gorong. Akantetapi karena proyek itu belum selesai sehingga belum dilakukan pengerasan jalan. Ia memastikan jika proyek terselesaikan gorong-gorong akan mampu menopang truk berkapasitas besar.
"Itu memang proyeknya belum selesai, jadi belum dikeraskan tapi sudah dilalui dan kebetulan hujannya cukup deras," ungkap Santoso melalui ponselnya, Selasa (10/11/2015) petang.
Ia menambahkan, ambrolnya gorong-gorong diperkirakan karena tergerus aliran air di kawasan itu karena letaknya kebetulan di dataran rendah. Mengingat objek belum ditutup dengan aspal. Proyek itu akan dikebut untuk diselesaikan karena telah memasuki musim hujan. "Kebetulan satu paket dengan gorong-gorong yang di Denggung, lalu ada yang di Ringroad [Mlati dan Depok]," imbuh dia.
Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya menutup jalur yang ada di TKP sampai selesai dilakukan perbaikan. Untuk arus lalu lintas dari Magelang - Jogja dialihkan memakai ruas jalan Jogja - Magelang.
"Untuk sementara satu jalur dilewati dua arus berlawanan. Anggota kami bersiap di TKP untuk mengarahkan lalu lintas dan sudah dipasang rambu-rambu," ungkapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
AC Milan menang 2-0 atas Venezia di Serie A 2026/27. Goncalo Ramos mencetak gol perdana, disusul gol bunuh diri Redouane Halhal.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 29 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 29 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Suhu Jogja mencapai 31°C, warga diminta waspada terik dan UV.
UMY mengingatkan IPK tinggi bukan jaminan siap kerja. Kompetensi, keterampilan, etika, dan kemampuan adaptasi menjadi kunci lulusan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Sabtu 29 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.