Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Adegan pertarungan Sugriwo dan Subali melawan Mahesa Suro dan Lembu Suro dalam pagelaran Sendratari Sugriwo Subali yang digelar di kawasan objek wisata Gua Kiskendo, Desa Jatimulyo, Girimulyo, Minggu (18/10/2015) lalu. (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Kawasan wisata DIY & Jateng yang nantinya terbentuk dapat memperkuat posisi Indonesia.
Harianjogja.com, SLEMAN-Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan sektor industri dan pariwisata harus dikuatkan karena memiliki potensi sekaligus tantangannya cukup besar.
Salah satunya, untuk menghadapi perkembangan harga komoditas yang menurun dan permintaan dunia yang melemah. Di sisi lain, sektor industri yang menjadi sektor unggulan bernilai tambah dan berdaya serap tenaga kerja tinggi kinerjanya semakin turun.
“Pertumbuhan Indonesia tidak lagi dapat mengandalkan ekspor komoditas primer. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya saing di dua sektor ini,” katanya dalam jumpa pers Rapat Koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat dan Daerah Di Hotel Royal Ambarrukmo, Kota Jogja, Jumat (13/11/2015).
Agus menjelaskan paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan kedua sektor tersebut. Hal itu juga menjadi satu di antara fokus pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut.
Pihaknya meyakini pariwisata Indonesia bisa dikembangkan dengan penguatan tiga strategi, yakni akses, atraksi, dan daya dukung. Peningkatan akses pariwisata menurutnya sangat penting agar wisatawan lebih mudah menjangkau destinasi.
Sementara industri juga diperkuat dengan banyak upaya seperti memperkuat insentif perdagangan, akses pembiayaan dan akses pasar dan lainnya. ?
Bank Indonesia, kata Agus, memprediksi pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa pada 2016 mendatang bisa mencapai kisaran 5,49%. Faktor utama pendorong pertumbuhan tersebut antara lain terus berkembangnya sektor industri dan pariwisata. Agus mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Jawa pada kuartal III-2015 mencapai 5,39% atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan di level 5,2-5,6%, pihaknya optimistis prediksi itu bisa terwujud. Adapun inflasi pada kuartal III kemarin di Jawa sebesar 6,11% secara year on year.
“Ini masih lebih rendah dari inflasi tahunan Indonesia,” kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
24 lurah petahana dan 4 pamong maju Pilur Bantul 2026. Simak aturan cuti, pengunduran diri, serta jadwal tahapan pemilihan lurah.
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi Bambang Setiyawan meninggal saat kericuhan Pejompongan. Keluarga menolak otopsi.
Collective Emergency Response Team (ERT) kawasan Malioboro merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan The 2026 Amazing Safety Race.
Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela terkait pengembangan 65 miliar barel cadangan minyak dan investasi lebih dari US$100 miliar.
Buku Mustika Rasa kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.