BANJIR LAHAR MERAPI : Hulu Kali Gendol Penuh Material Batu dan Pasir

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Senin, 16 November 2015 02:20 WIB
BANJIR LAHAR MERAPI : Hulu Kali Gendol Penuh Material Batu dan Pasir

Gunungan material di hullu Sungai Gendol. (Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)

Banjir lahar Merapi mengancam Kali Gendol

Harianjogja.com, SLEMAN-Puluhan gunungan material Merapi berupa batu dan pasir masih memenuhi kawasan Kali Gendol tepatnya di kawasan Kali Adem. Jika wilayah tersebut diterpa hujan deras, dimungkinkan air tidak bisa mengalir dan memunculkan bencana banjir lahar yang lebih besar.

"Gunungan itu justru menghalangi air dari atas. Kalau ada hujan deras, airnya malah jadi terbendung dan lama-kelamaan bedah dan jadi air desa liar," kata Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto, Sabtu (14/12/2015).

Gunungan itu mayoritas berupa tumpukan batu yang sengaja dikumpulkan para penambang untuk memisahkan dengan pasir. Heri melihat, banyaknya gunungan yang terbentuk akan sulit diratakan ataupun diangkut karena saat ini proses penambangan menggunakan tenaga manual. Membutuhkan waktu yang lama jika proses pengangkutan hanya menggunakan tenaga manusia.

Ia meminta pada pemerintah agar mengizinkan alat berat seperti backhoe untuk beroperasi kembali di kawasan itu. Backhoe dapat difungsikan untuk normalisasi Kali Gendol agar saat terjadi hujan deras tidak menyebabkan banjir lahar dingin untuk pedesaan di bagian bawah.

"Kalau pakai alat berat akan cepat normalisasinya. Kondisi di sini [Kali Gendol] sekarang itu sebenarnya belum normal. Yang dikeruk ini baru sepertiganya. Material yang tertimbun masih puluhan meter," ungkapnya.

Setidaknya kondisi seperti itu masih terjadi sampai delapan kilometer ke arah bawah dari kawasan Kali Adem. Hal ini membuat banyak penambang mencari material di kawasan itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online