Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Lelang aset dinilai seorang peserta lelang aset Pemkot Jogja menilai proses lelang aset Pemkot tidak transparan.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja kejar target lelang aset sehingga terkesan menutup mata dengan keberadaan mafia lelang. Hingga saat ini lelang diterapkan dengan sistem terbuka manual, walaupun sebetulnya dapat dilakukan dengan sistem online berdasarkan pengajuan permohonan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Data yang dihimpun dari Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja pada 2014, total harga limit lelang aset sejumlah Rp282,4 juta, sementara hasil lelang mencapai Rp614,2 juta. Sementara ada pelaksanaan lelang aset tahun ini, total harga limit Rp179,7 juta dan ditargetkan hasil lelang melampaui 200%.
Kepala DBGAD Kota Jogja Hari Setya Wacana mengatakan pada tahun ini belum ada rencana menerapkan lelang online karena masih harus dikaji lebih lanjut. Kajian yang dimaksud salah satunya meliputi target pendapatan dari lelang aset.
“Sejauh ini dengan lelang terbuka manual target yang tercapai lebih dari 200 persen,” ujarnya, Rabu (18/11/2015).
Hari tidak menampik apabila sistem lelang yang dijalankan selama ini berpotensi menimbulkan konflik, termasuk di dalamnya disusupi broker atau ada intimidasi kepada peserta lelang lainnya. Sekalipun belum ada laporan terjadi kekerasan dalam proses lelang, kata dia, hal itu menjadi bagian dari pertimbangan pelaksanaan lelang pada tahun mendatang.
Seorang peserta lelang aset Pemkot Jogja yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan oknum yang ikut bermain dalam proses lelang. Ia menilai proses lelang aset Pemkot tidak transparan.
Menurut dia ada beberapa oknum yang sepertinya sudah mendapat jatah sebagai pemenang lelang.
“Berapapun nilai lelang yang ditawarkan peserta lain, kok tetap dia yang menang, semoga tahun ini panitia bisa lebih terbuka,” ucap sumber itu.
Kepala Seksi Inventaris Perlengkapan DBGAD Jogja Dyah Windyanarti menyebutkan sebanyak 54 jenis barang milik Pemkot akan dilelang di Gedung Pasar Ikan Higienis Jalan Tegalturi, Umbulharjo, Selasa (24/11/2015) mendatang.
“Sistem lelang yang dilakukan terbuka dan menurut kami sudah cukup transparan diketahui para peserta,” kata dia.
Penyelenggaraan lelang aset yang dilakukan Pemkot ini berkebalikan dengan lelang tender pengadaan barang dan jasa yang telah dilakukan dengan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) dan sudah dirintis sejak 2008 lalu. Pemkot Jogja malah jadi pioneer layanan LPSE se-Indonesia.
Bahkan untuk urusan ini, Pemkot sampai meraih penghargaan National Procurement Award 2015 kategori Kepemimpinan pada Transformasi Pengadaan Secara Elektronik, pada Selasa (10/11/2015) lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-Tiongkok menewaskan 633 orang dan membuat hampir 3.000 orang hilang. Gletser runtuh diduga menjadi pemicu bencana
Lingling Kwong dinobatkan sebagai Wanita Tercantik Dunia 2026 setelah meraih lebih dari 22 juta suara. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Gen Z mulai tertarik pada aplikasi pengirim pesan yang sengaja memperlambat komunikasi dengan konsep merpati virtual. Apa alasannya?
Jay Idzes dinyatakan pulih sepenuhnya dan bisa dimainkan Sassuolo saat menghadapi Torino pada pekan kedua Liga Italia 2026-2027.
Marco Bezzecchi menjadi yang tercepat di FP2 MotoGP Aragon 2026 setelah mengalahkan Marc Marquez. Simak hasil lengkap 10 besar.