Raja Kasultanan Ngayogjakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengkubuwono X seusai mengucapkan Sabda Tama atau penyataan resmi saling memberi salam kepada Sri Paduka Pakualam IX di Bangsal Kencana, Kompleka Keraton Jogja, Jumat (6/3/2015). Pengucapan sabda Sultan yang berisi delapan butir pernyataan tersebut dihadiri oleh Permaisuri G.K.R. Hemas, para putra, saudara-saudara dan Adipati Pura Pakualaman, Sri Paduka Paku Alam IX serta para abdi dalem. (Gigih M. Hanafi/JIBI/HarianJogja)
Pakualam IX meninggal dunia dan jenazahnya akan dimakamkan di Astana Girigondo
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pakualam IX sudah menyiapkan liang lahat sejak tiga tahun lalu di Astana Girigondo yang berlokasi di Desa Kaligintung, Temon, Kulonprogo.
Wakil Gubernur DIY itu akan dimakamkan di samping istrinya, Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam atau BRAy Kusumarsini.
Juru Kunci Makam Girigondo Mas Wedana Wasiluddin menuturkan, pihaknya telah mendapat kabar wafatnya Paku Alam IX pukul 15.30 WIB. Beberapa persiapan mulai dilakukan, namun masih menunggu istruksi dari Kraton Pakualaman.
"Sekarang hanya menyiapkan beberapa saja. Masih menunggu dari Kraton. Kalau liang lahat sudah siap sejak tiga tahun lalu," ujar Wasiluddin saat dihubungi, Sabtu (21/11/2015).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: