Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Tim Satgas A melakukan pengukuran menggunakan alat Continuously Operating Satellite System (COSS) di sejumlah bidang tanah di Dusun Palihan 1, Desa Palihan, Temon, Senin (24/11/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Bandara Kulonprogo diukur menggunakan satelit.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Teknologi favorit dimanfaatkan untuk mengukur lokasi calon pembangunan bandara baru di lima desa, Selasa (24/11/2015). Pengukuran bidang per bidang di lokasi calon bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) terkendala batas patok lahan yang mulai sulit teridentifikasi.
Koordinator Pengukuran Palihan 2 dari BPN Kanwil DIY Wisang Wisudana menuturkan, pengukuran bidang tanah di Desa Palihan menerjunkan empat tim dan dibagi menjadi dua kelompok, yakni Palihan 1 dan Palihan 2.
Secara keseluruhan, ada kurang lebih 1.300 bidang tanah yang akan diukur oleh Satgas A. Namun, pihaknya tidak dapat memastikan jumlah bidang yang akan diukur di hari pertama pengukuran tersebut.
“Pastinya, target per hari adalah 20 bidang tanah yang harus diukur. Kami berusaha mengejar target agar 30 hari ke depan pengukuran ini selesai, sesuai yang telah diamanatkan oleh undang-undang,” jelas Wisang.
Pengukuran hari itu hanya difokuskan pada bidang per bidang. Sedangkan, pengukuran bidang dan bangunan akan dilakukan nanti setelah semua bidang telah diukur. Wisang juga menandaskan, untuk bangunan tempat ibadah serta makam masih akan diukur belakangan.
Hal itu sesuai kesepakatan tim pelaksana pembangunan dan pemda setempat, mengingat masih ada penolakan dari beberapa warga. Adapun pengukuran yang dilakukan meliputi dua hal. Di antaranya pengukuran bidang per bidang dan pengukuran keliling bidang. Namun, tim pengukuran juga menemui sejumlah kendala di antaranya kesulitan mengukur lantaran patok lahan banyak yang hilang.
Kepala Dusun Palihan I Suradi juga mengakui hal tersebut. Batas patok banyak yang hilang, sehingga menyulitkan petugas dalam pengukuran. Untuk itu, pada pengukuran itu, peran serta warga sangat dibutuhkan untuk membantu proses tersebut. Di wilayah dusun Palihan I sedikitnya ada 140 bidang, hampir sebagian besar berupa tegalan dan adadua unit rumah warga.
“Kami mencoba mengundang warga pemilik tanah, karena batas kikis patok banyak yang hilang, jadi harus ada kesepakatan antara pemilik untuk bisa menentukan batas,” imbuh Suradi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Agrinas Palma Nusantara menjajaki penggunaan truk listrik untuk mengangkut tandan buah segar sawit guna mendukung modernisasi logistik dan keberlanjutan industr
Mario Aji gagal lolos ke Q2 Moto2 Aragon 2026 setelah finis ke-12 di Q1. Pembalap Indonesia itu akan memulai balapan dari posisi ke-26.
Studi terhadap 183.000 orang menemukan hubungan penggunaan media sosial lebih dari 2,5 jam per hari dengan meningkatnya gejala depresi.
Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok mempercepat penghapusan konten AI, rekaman lama, hingga QR donasi palsu terkait bencana banjir dan longsor.
PSIM Jogja mengungkap kisaran harga jersey Adidas musim 2026/2027. Jersey resmi Laskar Mataram dibanderol sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu dan dijual melalu