PASAR TRADISIONAL SLEMAN : Pasar Sleman Baru Berkapasitas 1.300 Pedagang, 650 Pedagang Telah Terdata

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Kamis, 26 November 2015 05:57 WIB
PASAR TRADISIONAL SLEMAN : Pasar Sleman Baru Berkapasitas 1.300 Pedagang, 650 Pedagang Telah Terdata

Penjabat Bupati Sleman, Gatot Saptadi, meninjau proyek pembangunan Pasar Sleman tahap II, Rabu (25/11/2015). (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)

Pasar tradisional Sleman ini terdiri dari dua lantai.

Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengembangan Pasar Dinas Pasar Sleman, Haris Martapa, mengatakan usai pembangunan, ratusan pedagang yang telah terdata disiapkan untuk menempati los baru. Saat ini sudah ada 650 pedagang.

Dinas lebih memprioritaskan penggunaan los bagi pedagang lokal yang telah lama berjualan di Pasar Sleman.

"Kalau ada pedagang dari luar, nanti harus ada permohonan dan disesuaikan dengan kapasitas. Kapasitasnya bisa 1.300 pedagang," kata Haris, Rabu (25/11/2015).

Direktur CV Multi Vitra Grha, Siswoyo, selaku pihak pelaksana proyek menyampaikan secara tertulis, masa pengerjaan pembangunan berakhir 14 Desember.

"Target tanggal 20 itu untuk jaga-jaga kalau ada kekurangan yang perlu diperbaiki," jelasnya.

Pihaknya mengaku optimis dapat menyelesaikan pembangunan sesuai waktu yang ditarget Pemkab Sleman. Pekerja tinggal memasang keramik, mengecat dinding serta memasang penerangan.

Siswoyo mengatakan desain Pasar Sleman terdiri dari dua lantai dan tidak terdapat kios untuk setiap pedagang.

"Bangunannya lebih pada los bukan sekat," tegasnya.

Selain Sleman, pembangunan pasar juga dilaksanakan di Pasar Prambanan. Pasar Prambanan saat ini sudah memasuki tahap III. Tahun 2016, Dinas Pasar berencana rehabilitasi sarana perekonomian dan bangunan pasar dengan anggaran Rp2,9 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online