Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
ANCAMAN LETUSAN GUNUNG MERAPI Gunung Merapi mengeluarkan asap sulfatara yang difoto dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yang berjarak sekitar 4 Km dari puncak Gunung Merapi di Kali Tengah Lor, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Kamis (29/8). Menurut humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho kubah lava Merapi yang saat ini terbuka diperkirakan hingga seratus tahun ke depan letusannya mengarah ke selatan dan hingga kini masih ada 986 Kepala Keluarga yang masih tinggal di KRB III yang t
Gunung Merapi untuk revatilisasi daerah sekitar diharap segera selesai.
Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala Desa (Kades) Kepuharjo, Cangkringan, Heri Suprapto akan nekat mengaspal jalan di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 meski melanggar aturan. Hal itu dilakukan karena kondisi jalannya rusak parah sementara warga sangat membutuhkan akses jalan untuk perekonomian.
Hal tersebut di sisi hukum melanggar Peraturan Presiden (Perpres) No.70/2014 yang isinya menyebut larangan pembangunan di lereng Gunung Merapi yang masuk KRB. Namun di sisi lain, akses jalan warga menuju bekas Dusun Kaliadem, Jambu, Petung, dan Kopeng Desa Kepuharjo semakin sulit.
"Memang warga tidak domisili di atas. Mereka sudah tinggal di huntap tetapi jalan itu jadi akses ekonomi warga. Banyak warga huntap yang kalau pagi pulang untuk bertani atau menambang," kata Heri, Rabu (25/11/2015). Akses ekonomi masyarakat akan terganggu jika jalan tidak segera diperbaiki.
Dengan pengucuran Dana Desa yang dimulai tahun ini, rencananya sebagian dana akan dialokasikan untuk membangun jalan sepanjang lebih dari tiga kilometer itu. Heri beranggapan dengan Undang Undang Desa, desa diberi kewenangan untuk mengatur sendiri wilayahnya.
Aturan tersebut menjadi dasar untuk melakukan pembangunan fisik berupa jalan. Heri mengaku akan menggunakan APBDes 2016 untuk melakukan pengaspalan. " Mau tak coba, kalau nggak jadi temuan tak teruske [saya teruskan]," ungkap Heri.
Selain itu warga yang sudah terbiasa dengan swadaya dalam setiap pembangunan fisik seperti yang telah dilakukan untuk Jembatan Kopeng juga akan melakukan hal yang sama. Jadi, kata Heri, tanpa dana desa pun warga kuat untuk menanggung pengaspalan jalan di wilayah Kepuharjo. "Warga sudah menghendaki pembangunan jalan karena mereka memang sangat membutuhkan,” tuturnya.
Jika KRB telah dibangun jalan dengan konstruksi yang lebih baik, ia berani menjamin warga tidak akan kembali tinggal di wilayahnya. Ia menyebut warga sudah memiliki komitmen tinggal di huntap dan jalan tersebut hanya untuk memudahkan saat warga akan bekerja. "Sekali lagi jalan itu hanya akses ekonomi warga saja," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Africa CDC memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola setelah lonjakan kasus di Republik Demokratik Kongo.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Pencerita kuliner Ade Putri Paramadita merekomendasikan Selat Solo sebagai inspirasi olahan daging Iduladha dengan cita rasa akulturasi Jawa dan Belanda
Balai Besar TNBTS menutup seluruh wisata Gunung Bromo pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026 selama pelaksanaan ritual Yadnya Kasada.
Pertamina Hulu Energi memperkuat ketahanan energi nasional lewat strategi dual growth dengan pengembangan migas dan bisnis rendah karbon.