Update Banjir Nepal dan Tibet, Hampir 1.500 Orang Dilaporkan Hilang
Banjir bandang Nepal dan Tibet menewaskan lebih dari 165 orang dan membuat hampir 1.500 orang hilang, termasuk ratusan warga asing.
Musim hujan masih dirasakan warga Prambanan seperti kekeringan.
Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah pedukuhan di Prambanan masih mengalami krisis air meski telah memasuki musim hujan. Penyebabnya tak lain karena salah satu sumber air yang dialirkan Pamdes justru mengalami penurunan debit air.
Ketua Organisasi Petani Pemakai Air (OPPA) Prambanan Mujimin menjelaskan, musim hujan saat ini masih ada tujuh pedukuhan di Desa Gayamharjo yang masih krisis air. Penyebabnya, karena sistem Saluran Air Prambanan III yang merupakan jaringan Perusahaan Air Minum Desa (Pamdes) debit airnya mengalami penurunan drastis sejak dua pekan terakhir.
"Kalau mesin pompa air tidak ada masalah, tapi saat dinyalakan, air yang keluar sangat sedikit jadi tidak bisa diangkat ke atas [ke rumah warga]," kata Mujimin, Kamis (26/11/2015).
Ia menambahkan, dusun yang masih mengalami krisis air itu antara lain Dusun Kalinongko Lor, Lemah Abang, Kalinongko Kidul, Nawang, Jontro dan Gayam. Total ada tujuh pedukuhan terdiri dari 1.300 kepala keluarga yang masih menggantungkan air dari sistem saluran III. "Kami sudah sampaikan ke Pemkab terkait persoalan ini. Solusinya masih harus dropping," imbuh Mujimin.
Terpisah Kepala BPBD Sleman Julisetiono Dwi Wasito menyatakan pihaknya langsung melakukan droping air jika masih dibutuhkan di Prambanan. Sejak awal memang menyiapkan tambahan untuk dropping 110 tangki air bersih. "Kalau kondisi sistem airnya, kami berkoordinasi dengan instansi lain untuk melakukan kajian teknik," kata dia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Banjir bandang Nepal dan Tibet menewaskan lebih dari 165 orang dan membuat hampir 1.500 orang hilang, termasuk ratusan warga asing.
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.
Muktamar ke-35 NU menyepakati Rais Aam dan Ketum PBNU tidak boleh rangkap jabatan politik maupun publik tertentu.
Banjir bandang dan longsor di Nepal-China menewaskan 633 orang dan hampir 3.000 masih hilang. Pencarian korban terus dilakukan.