Toko Berjejaring Terus Berkembang, Ritel Lokal Ini Perluas Pasar
Bisnis ritel berjejaring di DIY terus berkembang, bahkan jaringan lokal pun semakin memperkuat dan memperluas pasarnya.
Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)
Pilkada Bantul untuk PDIP terjadi perpecahan.
Harianjogja.com, BANTUL-Tak dianggap sebagai kader oleh struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bantul, relawan PDIP Bantul yang tergabung dalam Relawan Jas Merah (RJM) tetap bergeming.
Koordinator RJM Heru Joko Widodo menegaskan, pernyataan Ketua DPC PDIP Arzunardi yang menganggap status mereka sebagai kader dan simpatisan partai otomatis gugur paska-pembelotan yang mereka lakukan, tak berdasar. Menurutnya, pengusulan nama Ida-Munir sebagai paslon pun sebenarnya bisa dikatakan menyalahi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai berlambang banteng moncong putih itu.
Heru menjelaskan, jauh sebelum muncul nama Ida-Munir, sekitar 14 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP sudah bulat mengusulkan nama Suharsono sebagai bakal calon (balon) bupati Bantul dari PDIP. Di luar dugaan, rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) justru mengarah pada nama Sri Surya Widati.
“Ini artinya suara akar rumput seperti kami sama sekali tak dianggap,” tegasnya saat menggelar jumpa pers di RM Soto Kudus, Senin (30/11/2015) siang, mereka sama sekali tak menggubris teguran keras dari pihak struktur DPC PDIP Bantul tersebut.
.
Keteguhannya tetap berpihak pada Suharsono, diakui Heru bukan tanpa alasan. Selain memiliki ikatan emosional yang kuat, dukungannya terhadap Suharsono juga didasari oleh keinginan mereka atas perubahan kepemimpinan di Bantul. Rencananya, Selasa (1/12/2015) malam, pihaknya akan menggelar deklarasi RMJ di Harsono Center, Sewon.
Keinginan itu pun diakuinya sudah muncul sejak pembahasan setahun lalu. Pihaknya sudah sepakat agar DPC PDIP tidak mengajukan nama Sri Surya Widati sebagai balon bupati. Dari hasil komunikasinya dengan pihak Sri Surya Widati sendiri, pihaknya sudah mendapatkan ketegasan dari istri Idham Samawi itu untuk tak mencalonkan diri kembali sebagai bupati Bantul. “
Bu Idham [Sri Surya Widati] sudah sepakat menganggap posisinya sebagai Bupati periode lalu itu sebagai kecelakaan politik. Beliau sudah sepakat untuk tidak mencalonkan diri lagi,” kisahnya.
Oleh karena itulah, untuk Pilkada serempak 2015 ini, pihaknya memang sepakat untuk tidak mendukung paslon yang diusung oleh DPC PDIP Bantul. Akan tetapi, di Pilkada 2019 mendatang, ia dan relawan Jas Merah mengaku akan kembali ke garis awal untuk memenangkan PDIP di Bantul.
“Karena hati kami sejatinya tetap untuk PDIP,” tegasnya.
Hal itulah yang kemudian membuatnya tak menggubris pernyataan dari struktur DPC PDIP. Bahkan dengan tegas pihaknya mengaku siap untuk dipecat.
“Lagipula, untuk memecat anggota, tidak semudah membalikkan telapak tangan lo. Sampai hari ini kami masih pegang KTA [Kartu Tanda Anggota],” tegasnya.
Sementara Ketua DPC PDIP Bantul Arzunardi, sebelumnya pernah berujar, pihaknya hanya mengakui kader yang loyal dan mendukung paslon yang mendapatkan rekomendasi dari DPP. Jika ada kader yang membangkan, maka mereka tak lagi bisa disebut sebagai kader partai.
“Aturannya jelas. Siapa yang tak loyal dan sejalan dengan DPP, kami tak ingin membahasnya,” tegas Arzunari, Jumat (27/11/2015) siang lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Gus Rozin menghormati mekanisme AHWA dalam pemilihan Ketum PBNU dan mengajak warga NU menjaga persatuan setelah keputusan Muktamar ke-35.
Komisi III DPR RI merumuskan 13 jenis tindak pidana yang menjadi sasaran RUU Perampasan Aset. Simak daftar lengkapnya.
Jepang mengeluarkan peringatan khusus hujan lebat di Fukui. Sekitar 244.000 warga diminta mengambil langkah keselamatan darurat.
Prabowo membahas penyesuaian syarat rekrutmen suku Dayak pedalaman menjadi prajurit TNI dan meminta Babinsa edukasi bahaya karhutla.