Prabowo Minta Tepung Singkong Diproduksi Skala Besar untuk Padamkan Karhutla
Prabowo meminta bahan pemadam karhutla berbahan baku singkong diproduksi massal setelah inovasi Babinsa Lubuk Linggau dinilai efektif.
Sejumlah warga melepas waktu sore dengan memancing di atas Bendungan Ancol yang berada di Dusun Bligo, Desa Banjaroyo, Kalibawang. Foto belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Wisata Kulonprogo berupa napak tilas ada di Bendungan Ancol
Harianjogja.com, KULONPROGO– Bendungan Ancol Bligo memiliki sejarah panjang di masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono (HB) IX. Kawasan ini tak sekadar menjadi pusat pengairan untuk pertanian di sepanjang Sungai Progo, tetapi juga menjadi kawasan rekreasi bagi warga sekitar.
Setiap sore, bendungan yang berada di Desa Banjaroyo, Kalibawang itu selalu menjadi tempat rujukan bagi sejumlah warga untuk menghabiskan waktu. Sebagian warga ada yang menghabiskan waktu sore dengan memancing, namun beberapa juga menjadikan kawasan ini sebagai salah satu objek fotografi. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2015/11/11/wisata-kulonprogo-tumbuhkan-rasa-persaudaran-lewat-napak-tilas-petilasan-kulonprogo-660203">WISATA KULONPROGO : Tumbuhkan Rasa Persaudaran Lewat Napak Tilas Petilasan Kulonprogo)
Wisata Kulonprogo berupa bendungan ini berlokasi di perbatasan antara Kulonprogo, DIY dengan Magelang, Jawa Tengah. Di sisi utara dari bendungan ini, sering menjadi lokasi untuk Arung Jeram.
Didi Kurniawan, salah satu mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta yang ditemui pekan lalu mengatakan, bendungan ini memiliki sejarah unik tentang keberadaan saluran irigasi yang mengairi seluruh pertanian di Jogja.
“Kebetulan ke sini karena ada acara budaya. Sejarah bendungan ini menarik, untuk foto-foto juga bagus,” ujar Didi.
Bendungan Ancol dibangun di masa penjajahan Pemerintahan Jepang antara tahun 1942-1945. Semula bendungan itu dibangun berdasarkan gagasan Sultan Hamengkubuwana IX yang ingin mengalihkan perhatian tentara Jepang. Raja Keraton Ngayogyakarta itu hendak menyelamatkan warga Jogja dari kekejaman romusha, kerja paksa yang dijalankan Jepang.
Saluran ini menghubungkan Sungai Progo di wilayah barat dan Sungai Opak di wilayah timur Jogja. Sistem pengairannya mengalir melewati Selokan Vanderwijck dan Selokan Mataram. Kedua selokan itu, kini menjadi saluran irigasi yang sangat vital bagi pertanian yang berada di wilayah DIY.
Citra, warga asal Jawa Barat mengaku, suasana sore di bendungan ini sangat nyaman. Tempat tersebut bisa menjadi tempat wisata baru yang bagus untuk dikunjungi. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2015/10/09/wisata-kulonprogo-gua-kebon-alternatif-wisata-untuk-pendidikan-650546">WISATA KULONPROGO : Gua Kebon, Alternatif Wisata untuk Pendidikan)
“Bendungan ini memiliki pemandangan yang bagus. Bahkan, bisa menjadi tempat rekreasi. Tapi akan lebih baik kalau ke depan bisa ditambahi fasilitas arena bermain,” jelas Citra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo meminta bahan pemadam karhutla berbahan baku singkong diproduksi massal setelah inovasi Babinsa Lubuk Linggau dinilai efektif.
PQN Jateng 2026 mencatat 33.087 transaksi QRIS senilai Rp149,78 juta. Edukasi digital menyasar kampus, sekolah hingga transportasi.
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.
Memperingati 14 tahun UUK DIY, Malioboro menjadi panggung seni Memetri Jogja Merawat Nusantara sekaligus donasi korban bencana NTT.
Festival Mustika Rasa di Alun-Alun Kidul Jogja ditutup. Yan Kurnia Sutanto mendorong pelestarian kuliner tradisional dan kedaulatan pangan.
Chelsea resmi merekrut Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan kontrak tiga tahun. Kiper Argentina itu ditebus sekitar 7,5 juta pound sterling.