DANA HIBAH JOGJA : Bantuan Peralatan Pelatihan Dihapus
Ilustrasi kegiatan pelatihan kerja (JIBI/JIBI/Solopos)
Dana hibah Jogja ikut menyesuaikan peraturan pemerintah pusat.
Harianjogja.com, JOGJA - Peraturan bantuan sosial dan hibah yang baru juga menghapuskan anggaran untuk bantuan peralatan pelatihan keterampilan di Kota Jogja. Rencana kebijakan ini direalisasi pada 2016.
"Kami harus menyesuaikan aturan terkait syarat penerima bantuan sosial dan hibah yang harus berbadan hukum karena peserta pelatihan tidak masuk kategori itu, dimungkinkan ada penghapusan bantuan peralatan tahun depan," kata Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) Kota Jogja, Irianto Edi Purnomo seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/12/2015).
Sejumlah pelatihan keterampilan yang selama ini kerap memberikan bantuan peralatan sebagai modal di antaranya adalah pelatihan menjahit, tata boga, dan pertukangan. Meskipun tidak lagi memberikan bantuan peralatan, Jogja akan tetap menyelenggarakan pelatihan keterampilan tersebut pada tahun depan.
"Peserta diminta mengerti tidak ada lagi bantuan peralatan yang nanti diberikan. Sebagai gantinya adalah magang ke perusahaan-perusahaan atau tempat lain yang sesuai dengan bidang keterampilan masing-masing," katanya.
Ia berharap, minat warga Kota Jogja untuk mengikuti berbagai pelatihan keterampilan dan wirausaha yang diselenggarakan Disnakertans Kota Jogja tidak akan berkurang tahun depan.
Jenis pelatihan keterampilan yang akan diselenggarakan pada tahun depan diperkirakan tidak akan jauh berbeda dibanding tahun ini yaitu sekitar 50 paket yang terdiri dari 40 paket dengan dana APBD Kota Jogja dan sisanya pelatihan dari pusat.
Kuota peserta untuk setiap paket pelatihan adalah 16 hingga 30 orang yang berasal dari warga Kota Jogja dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP).
Permintaan Pelatihan Sebagai Satpam Tinggi
Sejumlah pelatihan yang cukup diminati masyarakat di antaranya adalah pelatihan tenaga satuan pengamanan (satpam) karena bisa langsung terserap dunia kerja.
"Permintaan satpam cukup banyak dengan pertumbuhan hotel dan tempat usaha yang cukup tinggi di Yogyakarta sehingga pelatihan ini sangat diminati," katanya.
Selain satpam, pelatihan keterampilan yang diminati adalah pelatihan mengemudi. Sedangkan pelatihan yang kurang diminati di antaranya pertukangan dan tenaga pemasaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share