PILKADA SLEMAN : Santun Gerakkan Wanita Antisuap

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Minggu, 06 Desember 2015 01:20 WIB
PILKADA SLEMAN : Santun Gerakkan Wanita Antisuap

Pasangan calon nomor urut dua, Sri Purnomo-Sri Muslimatun (Santun) saat jumpa pers di rumah pemenangan Jaban, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Jumat (4/12/2015). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)

Pilkada Sleman untuk Santun memantau kemungkinan politik uang.

Harianjogja.com, SLEMAN-Akhir masa kampanye, pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Sri Purnomo-Sri Muslimatun semakin mantap menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sleman. Meski sebagai peserta Pilkada, pasangan ini siap untuk memantau jalannya pesta demokrasi. Salah satunya mengawasi indikasi politik uang yang terjadi.

Sri Purnomo menyatakan bahwa warga Sleman adalah warga cerdas. Jika terindikasi ada money politik, hal itu justru menjadi pertimbangan figur pemimpin yang akan dipilih.

Paslon bersama tim Santun telah membentuk gerakan Wanita Antisuap yang akan bergerilya selama pemungutan suara nanti. Gerakan sengaja dibentuk di 17 kecamatan hingga tingkat pedukuhan.

"Tugas para wanita ini melaporkan. Nanti kalau ada laporan [politik uang] bisa sms dan ditindaklanjuti. Kita percayakan pada kepolisian," kata Sri Purnomo saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Dusun Jaban, Desa Tridadi, Sleman, Jumat (4/12/2015). Gerakan ini untuk mengantisipasi peredaran uang demi membeli suara untuk memenangkan salah satu paslon.

Dalam mewujudkan demokrasi murni, Santun berkomitmen tidak melakukan money politic. Seperti pada dua pemilu yang telah Sri Purnomo jalani sebelumnya. Meski demikian komitmen itu bisa saja dicoreng dengan adanya broker money politic di mana ada pihak lain yang membagi uang dan mengatasnamakan kubu Santun. "Itu kewenangan polisi. Kalau mengatasnamakan duit dari paslon perlu dikaji lagi. Jangan asal memutuskan pembatalan Pilkada," tegas Sri Purnomo

Santun menerima aduan 24 jam terkait dinamika Pilkada yang berkembang di masyarakat selama hari tenang nanti. Masuk hari tenang 6-8 Desember, baik Sri Purnomo maupun Sri Muslimatun akan banyak menghabiskan waktu di rumah sekaligus untuk istirahat setelah berbulan-bulan bergerilya ke penjuru Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan jumpa pers itu, duo Sri ini sempat berbagi tips cara agar tetap prima selama kampanye. Setiap hari, keduanya menghabiskan waktu kampanye dari pagi hingga malam. Sri Purnomo mengaku hanya tidur maksimal empat jam. "Dopingnya yang penting minum air putih yang cukup. Di mobil pasti sedia," ungkapnya. Selain itu ia berusaha menikmati setiap kegiatan dengan rasa senang.

Sama halnya dengan Sri Muslimatun. Setumpuk kegiatan kampanye merupakan permintaan dari warga sehingga sebisa mungkin Santun datang menghadiri. Bagi dia, tidak ada pekerjaan yang sia-sia. Semakin banyak bekerja semakin banyak memetik kebaikan.

Begitu pula saat berkunjung ke masyarakat. "Kedatangan kami sangat diharapkan. Itu kan sangat membuat kami bahagia dan merasa bahwa keberadaan kita diharapkan. Itu yang membuat kami semangat," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online