KAMPUS JOGJA : Pelopor Restorasi Sungai Dari UGM Raih Penghargaan

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Minggu, 06 Desember 2015 03:20 WIB
KAMPUS JOGJA : Pelopor Restorasi Sungai Dari UGM Raih Penghargaan

Pelopor restorasi sungai, Agus Maryono (JIBI/Harian Jogja/dok. HUmas UGM)

Kampus Jogja, Dosen UGM menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Harianjogja.com, SLEMAN-Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM), Agus Maryono meraih penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Pelopor Restorasi Sungai.

Dibantu dengan beberapa dosen UGM dan mitra, Agus mengatakan restorasi sungai bertujuan mengembalikan esensi sungai seperti sediakala. Pihaknya mensosialisasikan restorasi sungai di lima sungai di DIY, seperti Code, Winongo, Tambak Bayan, Sungai Kuning, dan Gajah Wong.

“Secara kasat mata, sungai-sungai penuh sampah, limbah, terutama sungai yang berada di pemukiman dan perkotaan. Kalaupun sungai itu dikelola juga tidak memperhatikan ekosistem. Masyarakat tidak lagi memperhatikan sungai dan meninggalkan sungai, padahal sungai adalah alam yang sangat berguna bagi manusia,” kata Agus, seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com, terima Jumat (4/12/2015).

Ia memaparkan sungai memiliki banyak peran strategis di antaranya sebagai suplai air, menanggulangi banjir, menanggulangi kekeringan, alat transportasi, iklim mikro, kesehatan ekosisitem, jalur hijau, pendidikan dan banyak lagi. Sayang kepentingan ini tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam memperlakukan sungai. Sungai restorasi dinilainya sebagai gerakan mengubah pola pikir masyarakat.

“Potensi positif yang dapat dihasilkan dari sungai juga akan berkurang. Gerakan ini bertujuan untuk mengembalikan jati diri sungai,” kata Agus.

Restorasi Sungai, kata Agus, menawarkan lima konsep untuk meningkatkan eksistensi dan mengembalikan esensi sungai, yakni restorasi hidrologi [pemantauan kualitas dan kuantitas air], restorasi ekologi [pemantauan flora dan fauna], restorasi morfologi [peninjauan bentuk asli sungai], restorasi sosial ekonomi [manfaat secara ekonomis] serta restorasi kelembagaan dan peraturan.

“Khusus Restorasi Kelembagaan ini fokus untuk membuat peraturan-peraturan yang dapat menjaga kelestarian sungai,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis