JBBA 2026, Saatnya Dunia Usaha Berandil Cetak Talenta Masa Depan
JBBA 2026 menyoroti peran dunia usaha dalam membangun SDM adaptif di era AI dan transformasi digital di Jogja.
Dana bergulir untuk pedagang pasar di Bantul ditambah, sehingga jeda pencairan bisa lebih cepat
Harianjogja.com, BANTUL-Meski tak bisa mencapai target penyerapan, jatah dana bergulir yang diterima oleh Kantor Pengelolaan Pasar (Kalopas) Bantul ditambah sebanyak Rp1 miliar.
Jika di tahun 2015, pihak Kalopas Bantul mendapatkan jatah anggaran sebanyak Rp8 miliar, tahun 2016 mendatang, dana bergulir yang diterima Kalopas Bantul mencapai 9 miliar lebih.
“Ditambah dengan dana yang diputar di pedagang pasar tradisional, jumlahnya mencapai total Rp11 miliar lebih,” kata Kepala Kalopas Bantul Slamet Santosa kepada wartawan, Minggu (6/12/2015).
Dengan penambahan itu, ia berharap jeda saat proses pencairan bisa lebih ditekan. Pasalnya, selama ini, pihaknya memang banyak mendapatkan keluhan dari para pedagang terkait jeda masa pencairan kredit pinjaman yang akan mereka terima. Tak hanya itu, jeda proses pencairan itu pun diakui Slamet, menjadi penyebab gagal tercapainya penyerapan dana bergulir itu.
Slamet mengatakan, saat ini nilai real dana bergulir tersebut sebenarnya baru di angka Rp10 miliar. Masing-masing modal awal dari pemerintah Kabupaten Bantul senilai Rp8 miliar dan dana yang berputar di pedagang pasar tradisional senilai Rp2 miliar.
Karena pedagang yang mengakses dana tersebut jumlahnya mencapai 8.000 pedagang maka seringkali pedagang harus bersabar menunggu untuk pencairan.
Sementara terkait dengan jeda antara pengajuan dengan pencairan bisa mencapai dua minggu atau lebih karena harus menunggu dana yang berputar di pedagang terkumpul terlebih dahulu. Dengan adanya penambahan sebesar Rp1 miliar ini, nantinya pencairannya akan semakin cepat.
Sebab, dana Rp 1 miliar ini akan menjadi fresh money atau dana siap pakai yang siap dicairkan sewaktu-waktu. “Dengan penambahan Rp 1 miliar ini total nilai dana bergulir mencapai Rp11 miliar,” tambahnya.
Meski begitu, Slamet tak menampik bahwa ketersediaan dana itu masih jauh lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh pedagang pasar tradisional di Bantul. Dari perhitungannya, dana bergulir yang dikelola oleh Kalopas, idealnya adalah Rp 12 miliar. Saat ini jumlah pedagang pasar tradisional di Kabupaten Bantul mencapai 12.000 lebih.
Dengan dana yang masih belum mencukupi kebutuhan pedagang pasar tradisional tersebut, maka sampai saat ini misi pemerintah menggulirkan dana tersebut belum tercapai secara maksimal. Pemerintah awalnya mengalokasikan dana bergulir tersebut untuk mengurangi angka rentenir yang beroperasi di pasar-pasar tradisional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Asian Games 2026 Indonesia hari ini, dari final MLBB hingga panjat tebing Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo.
Harper Malioboro Yogyakarta bersama BPBD Kota Yogyakarta menggelar pelatihan evakuasi gempa untuk meningkatkan kesiapsiagaan staf menghadapi kondisi darurat.
Cara blokir STNK kendaraan yang sudah dijual, syarat dokumen, alasan pemblokiran, serta risiko ETLE bagi pemilik lama.
Kenali 10 ciri HP terinfeksi spyware, mulai baterai boros, panas, performa lambat, hingga muncul aplikasi asing.
Cristiano Ronaldo meninggalkan timnas Portugal jelang lawan Denmark setelah situasi dengan Jorge Jesus. Ia belum menyatakan pensiun.