PILKADA BANTUL : Politik Uang Lebih Gencar, tapi Tidak Vulgar

Arief Junianto
Arief Junianto Selasa, 08 Desember 2015 15:20 WIB
PILKADA BANTUL : Politik Uang Lebih Gencar, tapi Tidak Vulgar

Pilkada Bantul kali ini, diduga praktik politik uang lebih gencar, namun tidak vulgar

Harianjogja.com, BANTUL-Memasuki hari pertama masa tenang Pilkada Bantul praktik politik uang kian masif. Banyaknya kampanye terselubung yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon (paslon) di masa tenang ini semakin membuka lebar kemungkinan praktik terlarang tersebut.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KUP) Bantul Didik Joko Nugroho menilai, praktik politik uang di hari pertama masa tenang ini memang lebih masif ketimbang saat masa kampanye.

Ia menilai, masing-masing paslon justru lebih gencar dalam melakukan praktik tersebut. Hanya saja, jika dibandingkan dengan Pemilihan Umum Legislatif (pileg) dan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) lalu, praktik politik uang kali ini dikemas dalam bentuk yang tidak vulgar.

“Kalau sekarang, politik uang dikemas dalam bentuk acara dan kegiatan,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (7/12/2015) siang.

Didik mengakui kesulitan dalam mengungkap praktik politik uang tersebut. Pasalnya, untuk mengungkapnya, jalan satu-satunya adalah dengan melakukan tangkap tangan.

“Itupun masih belum tentu bisa menjerat. Soalnya, bisa saja mereka berdalih itu uang mereka sendiri, bukan uang paslon,” katanya.

Oleh karena itulah, Didik menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan politik uang ini. Ia mengahrapkan masyarakat bisa lebih cerdas dalam menggunakan hati nuraninya untuk menentukan calon pemimpinnya.

"Datang ke TPS, gunakan hati nurani dan secara merdeka memberikan pilihan di bilik suara," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online