Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
A man points at an artwork at a conceptual art exhibition about HIV/AIDS in Tehran December 2, 2007. REUTERS/Morteza Nikoubazl
HIV AIDS di DIY belum bisa mendapatkan pelayanan terapi Antiretroviral (ARV) di puskesmas
Harianjogja.com, JOGJA-Terapi Antiretroviral (ARV) bagi orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di DIY belum dekat dengan masyarakat karena puskesmas belum dapat melakukan hal itu.
Terapi ini dilakukan dengan beberapa obat karena HIV merupakan retrovirus. ARV tidak membunuh virus, melainkan memperlambat pertumbuhan virus sehingga tidak menjadi AIDS.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Daryanto Chadorie menyebutkan seluruh Puskesmas di DIY yang berjumlah 121 buah belum dapat menangani terapi ARV sehingga pasien dirujuk ke rumah sakit besar di kabupaten dan kota masing-masing, sekalipun sebagian sudah dapat memberi layanan tes HIV.
Puskesmas yang memberikan layanan tes HIV, antara lain, Gedongtengen, Umbulharjo I, Galur II, Temon II, Wates, dan sebagainya.
“Kalau ditotal ada 20 puskesmas di DIY yang sudah menerapkan layanan komprehensif berkelanjutan,” ujarnya, Senin (7/12/2015).
Meskipun demikian, ia menilai rujukan ke rumah sakit besar di kabupaten dan kota untuk terapi ARV sudah lebih baik karena beberapa waktu lalu hanya rumah sakit di Jogja saja yang bisa menangani hal itu.
“Apabila hanya bisa dilakukan di Jogja, tentu memberatkan ODHA karena masalah biaya transportasi,” tutur Daryanto.
Dinkes DIY saat ini sedang menginisiasi lima puskesmas di DIY, yakni Puskesmas Gedongtengen, Umbulharjo I, Mantrijeron, Sleman dan Kretek supaya dapat menjadi puskesmas yang mendukung Strategy Use For ARV (Sufa).
Pengajuan dilakukan dalam dua tahap dan pada tahap pertama menunggu nomer registrasi dari Kementerian Kesehatan terbit untuk Puskesmas Gedongtengen, Umbulharjo I, dan Mantrijeron, sedangkan tahap kedua dilanjutkan pengajuan untuk Puskesmas Sleman dan Kretek.
“Diharapkan dengan layanan semakin dekat dengan masyarakat ARV dapat diakses dengan cepat dan dapat menurunkan angka kematian akibat AIDS,” ucapnya.
Ia menyebutkan sampai dengan September 2015 tercatat 3.146 pengidap HIV di Jogja dan 1.249 di antaranya sudah berada di fase AIDS. Pemberian ARV ditujukan bagi ODHA yang memiliki sel CD4 kurang dari 200 dan saat ini terdapat 765 pengidap AIDS yang aktif ARV. Sel tersebut digunakan untuk menilai kekebalan tubuh seseorang.
Pemberian ARV dilakukan secara gratis dan Daryanto berjanji anggaran untuk pelayanan tersebut tidak berkurang, mengingat sudah memiliki payung hukum berupa Perda No.12/2010 dan Pergub No.37/2012.
Fara Silvia Yuliani, peneliti HIV Early Testing and Treatment Indonesia (HATI), mengungkapkan data dari Kementerian Kesehatan RI akses ARV baru menjangkau 53.000-an pengidap AIDS, sedangkan yang membutuhkan diperkirakan mencapai 170.000-an orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137