PERNIKAHAN DINI : Rawan Kasus Kekerasan, Pencegahan Penting Dilakukan

Uli Febriarni
Uli Febriarni Rabu, 09 Desember 2015 02:20 WIB
PERNIKAHAN DINI : Rawan Kasus Kekerasan, Pencegahan Penting Dilakukan

Pernikahan dini diharapkan dapat dicegah.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Praktik pernikahan dini yang masih terjadi di Gunungkidul seharusnya dicegah. Sebab pernikahan ini rawan mengalami kekerasan.

Sementara itu, Direktur Program Yayasan Rifka Anissa Women Crisis Center Jogja, Muhammad Thonthowi menyayangkan keputusan pihak KUA Semanu yang menikahkan anak di bawah umur meski yang bersangkutan tidak mengalami hamil diluar rencana. Hal itu sangat bertolak belakang dengan deklarasi pencegahan pernikahan dini yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama setempat dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

"Seharusnya kalau bukan karena kasus 'hamil duluan', pernikahan itu bisa dicegah,” sesalnya.

Ia hanya berharap, kasus pernikahan dini yang terjadi di wilayah Semanu ini tidak terulang lagi. Ke depan, pihak Kemenag dan pemerintah harus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pencegahan pernikahan dini. Sebab, pernikahan dini sangat rawan menjadi penyebab kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga serta tingginya angka perceraian.

Kepala KUA Kecamatan Semanu, Darobi ketika dihubungi Selasa (8/12/2015) mengakui KUA Semanu telah menikahkan pasangan di bawah umur, yakni MD dan RW, padahal diketahui RW baru berusia 15 tahun.

Pihaknya sudah berusaha melakukan pencegahan. Situasi menjadi berbeda lantaran mempelai mengantongi dispensasi dari Pengadilan Agama Wonosari.

Selama ini, sambungnya, pihak KUA sudah berusaha melakukan pencegahan pernikahan dini di wilayah Semanu. Salah satunya dengan sosialisasi ke masyarakat, menggandeng forum penanganan korban kekerasan perempuan dan anak serta Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Gunungkidul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis