INFRASTRUKTUR JOGJA : Talut Ambrol, Bangunan MCK Terancam Ambruk

Kamis, 10 Desember 2015 08:55 WIB
INFRASTRUKTUR JOGJA : Talut Ambrol, Bangunan MCK Terancam Ambruk

Seorang warga mengamati tembok pagar yang longsor akibat diterjang arus Kali Mejing, Dusun Koroulon Kidul, Desa Bimomartani, Kecamatan Ngemplak Sleman, Kamis (23/4/2015). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Infrastruktur Jogja yang rusak pada musim hujan diupayakan diperbaiki.

Harianjogja.com, JOGJA- Derasnya aliran air akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Jogja mengakibatkan talut Kali Winongo yang berada di RT 39 RW 09 Kelurahan Kricak Kecamatan Tegalrejo longsor, Selasa (8/12/2015) sore.

Talut setinggi tiga meter ambrol sepanjang delapan meter sehingga mengancam dua rumah milik warga. Kejadian tersebut juga mengakibatkan pondasi bangunan mandi cuci kakus (MCK) umum terkikis dan membuat toilet umum berukuran 1,5x 2 meter tersebut miring 45 derajat menjorok ke arah kali.

Jatutri Handayani, 34, pemilik rumah, mengatakan sebagian tebing yang berhadapan langsung dengan dapur rumahnya sudah longsor pada 1 Desember. "Tapi hanya kecil, terkikis saja," ujarnya saat ditemui, Rabu (9/12/2015).

Sekitar pukul 16.30 WIB, aliran air sungai semakin deras dan talut yang sudah terkikis pun ambrol mengenai teras dapur dan bangunan MCK umum yang berada di sebelah rumah. Beruntung tidak ada seorang pun yang sedang menggunakan MCK tersebut.

Dia pun segera memindahkan barang-barang yang berada di dapurnya serta mengungsikan anaknya ke rumah kerabat yang lebih aman. "Saya juga sudah lapor ke kelurahan dan membawa foto talut yang ambrol," tuturnya.

Diungkapkannya, pada awal Desember kerusakan talut sudah dilaporkan ke kelurahan melalui Ketua RT, akan tetapi belum mendapat tanggapan.

Ia menambahkan kejadian ini baru sekali menimpa rumahnya. Jatu juga khawatir apabila tidak segera ditangani, rumahnya dapat ikut longsor karena pondasi berupa tanah gembur sudah terkikis.

Ketua RT 39 Muryanto mengaku sulit memperjuangkan perbaikan talut dalam skala kecil. "Tetapi kalau sudah seperti ini seharusnya bisa jadi prioritas perbaikannya," katanya.

Berdasarkan pengalaman, tuturnya, perbaikan baru dilakukan setelah ada kejadian. Ia mencontohkan, sebagian talut di kawasan yang sama ditinggikan pasca banjir tahun lalu dengan menggunakan anggaran dari pemerintah. Talut yang ambrol kali ini merupakan talut swadaya dan belum pernah direhabilitasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online