HARI PGRI : Ada SE Larangan, Gunungkidul Kirim 402 Guru ke Jakarta

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Jum'at, 11 Desember 2015 00:20 WIB
HARI PGRI : Ada SE Larangan, Gunungkidul Kirim 402 Guru ke Jakarta

Ilustrasi logo PGRI (pgri.ltim.in)

Hari PGRI dimaknai guru di Gunungkidul dengan merayakan bersama rekan lain di Jakarta.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memberangkatkan 402 guru untuk menghadiri puncak peringatan HUT ke-70 PGRI di Jakarta, Minggu (13/12/2015).

Dikutip dari Antara, Ketua PGRI Gunungkidul Bahron Rosyid di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan pihaknya tetap mengirimkan para guru tersebut pada Sabtu (12/12/2015) meski ada surat edaran.

Ia mengatakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menerbitkan Surat Edaran Nomor B/3909/M.PANRB/12/2015 tertanggal 7 Desember 2015, tentang Larangan Perayaan Bagi Guru.

"Larangan itu hanya untuk peringatan hari guru. Acara akan digelar di Senayan dan Bundaran HI. Di sini tidak disebutkan puncak perayaan HUT PGRI, konteksnya berbeda," kata Bahron.

Bahron mengungkapkan acara ini tidak akan mengganggu proses belajar mengajar.

Menurutnya, keberangkatan pada Sabtu seusai mengajar, dan pulang pada Senin pagi sudah melakukan pekerjaan seperti biasa. "Insya Allah, kami langsung pulang seusai acara," katanya.

Ia mengatakan PGRI merupakan bagian terpenting dari perjalanan guru di Indonesia, sehingga menjadi guru yang profesional dan bermartabat. Didalamnya ada Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) dan Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI). "Saat ini, PGRI sudah ada LKBH dan DKGI," katanya.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Gunungidul Dody Wijaya menyerahkan semuanya kepada masing-masing meski ada larangan dari pemerintah.

"Secara pribadi menyerahkan ke maing-masing guru, tidak menjadi soal kalau mau berangkat," katanya.

Namun demikian, ia berharap keberangkatan ini tidak mengganggu proses belajar mengajar anak didiknya. "Yang penting tidak mengganggu proses mengajar," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis