BENCANA KULONPROGO : Tanah Longsor Paling Rawan Terjadi Dini Hari
Warga bersama para relawan bekerja bakti membersihkan rumah yang tertimpa tanah longsor di Dusun Kluwih, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo Kulonprogo, Rabu (16/12/2015). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Bencana Kulonprogo berupa tanah longsor paling rawan terjadi pada dini hari
Harianjogja.com, KULONPROGO- Musim penghujan merupakan masa di mana bencana longsor paling rawan terjadi di Kulonprogo karena kondisi geografisnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mengungkapkan bencana longsor paling rawan terjadi pada dini hari karena tingginya tingkat kelembaban tanah pada waktu tersebut.
BPBD Kulonprogo sebelumnya telah memasang early warning system (EWS) di 69 titik di 5 kecamatan di Kulon Progo antara lain Kokap, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, dan Pengasih. “Namun longsor terjadi di titik-titik yang tidak diperkirakan,” jelas Untung.
Ia menjelaskan jika warga Kulonprogo selama ini sudah terbiasa hidup dengan bencana longsor ini. Terbukti dengan respon warga terhadap bencana longsor beberapa waktu terakhir yang belum pernah menelan korban jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share