PERTANIAN KULONPROGO : Luas Lahan Padi Meningkat, Ini Rahasianya

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Minggu, 20 Desember 2015 00:22 WIB
PERTANIAN KULONPROGO : Luas Lahan Padi Meningkat, Ini Rahasianya

Kulonprogo panen raya, sejumlah petani di areal persawahan Desa Giripeni, Wates merontokkan padi usai memanennya, Kamis (26/2/2015). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)

Pertanian Kulonprogo terus dikembangkan untuk menjaga pasokan stabilitas pangan.

Harianjogja.com, KULONPROGO - Luas lahan tanaman padi di Kabupaten Kulonprogo, meningkat seluas 463 hektare pada 2015. Jaringan irigasi yang baik disertai pencetakan sawah baru jadi strategi yang dipilih.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulonprogo Tri Hidayatun mengatakan target lahan tanaman padi seluas 18.497 hektare tetapi realisasinya mencapai 18.960 hektare.

"Penambahan luas lahan tanaman padi tersebar di Sentolo, Nanggulan, Kalibawang, Lendah, dan Galur," kata Tri Hidayatun seperti dikutip dari Antara, Sabtu (19/12/2015).

Ia mengatakan pada masa tanam Oktober 2014 sampai Maret 2015 seluas 11.541 hektare dari target 11.753 hektare, kemudian periode April sampai September 2015 seluas 7.419 hektare dari target 6.771 hektare.

"Kami optimistis luas lahan tanaman padi akan terus bertambah seiring bagusnya infrastruktur pertanian dan pengairan. Harapannya, semakin luas lahan produksi, maka produksi juga meningkat," katanya.

Luas Lahan Kedelai & Jagung Belum Capai Target

Namun demikian, ia mengakui luas lahan tanaman kedelai tidak memenuhi target. Pada 2015, pemkab mentargatkan luas tanam kedelai seluas 2.623 hektare, tapi hanya teralisasi 1.664 hektare. Sasaran produksi Oktober 2014 sampai Maret 2015 seluas 803 hektare tapi hanya teralisasi 103 hektare, kemudian April sampai September 2015 ditargetkan 1.820 hektare, tapi hanya teralisasi 1.664 hektare.

"Luas lahan tanaman kedelai tidak mencapai target 959 hektare. Hal ini dikarenakan adanya perbaikan jaringan irigasi Kalibawang," katanya.

Ia mengatakan luas lahan tanaman jagung juga tidak menenuhi target. Pada 2015, pemkab menargetkan luas tanam jagung seluas 4.730 hektare, tapi hanya teralisasi 4.205 hektare. Sasaran produksi Oktober 2014 sampai Maret 2015 seluas 1.892 hektare teralisasi 2.844 hektare. Kemudian kemudian April sampai September 2015 targetnya 2.838 hektare hanya teralisasi 1.361 hektare.

"Penurunan lahan produksi jagung dikarenakan terdampak perubahan iklim yakni kemarau panjang. Selain itu, juga dikarenakan perbaikan jaringan irigasi Kalibawang, serta petani beralih ke tanaman hortikultura," kata Tri.

Kasie Serelia Dispertan Kulonprogo Wazan Mudzakir mengatakan pihakanya hingga saat ini belum menghitung jumlah produksi padi, jagung dan kedelai. Melihat dari luas lahan, maka produksi tersebut dapat diprediksi peningkatan atau penurunannya.

"Faktor produksi yakni luas tanam serta ketersedian sarana dan prasarana pendukung. Melihat kondisi saat ini, produksi padi diprediksikan meningkat. Sedangkan produksi jagung dan kedelai dapat dispastikan turun drastis," katanya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis