PENGAMANAN NATAL : Kapolda DIY Nyatakan Belum Ada Ancaman Teror
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Polisi membentuk barikade pengamanan saat simulasi pengamanan pemilu di kawasan Stadion Manahan, Solo, Selasa (25/2). Latihan Sistem Pengamanan Kota tersebut dilakukan agar anggota kepolisian sigap dalam menghadapi massa yang anarkis saat berlangsungnya pemilu.
Pengamanan Natal di DIY, Kapolda menyebutkan belum ada ancaman teror
Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Polisi Erwin Triwanto menyatakan hingga saat ini belum terdeteksi adanya ancaman teror terkait perayaan Natal dan Tahun Baru 2016 di wilayah hukum setempat.
"Hingga saat ini di wilayah kita di DIY belum terdapat ancaman teror, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru," kata Erwin Triwanto di Sleman, Rabu (23/12/2015).
Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami sudah memetakan wilayah mana saja yang rawan gangguan kamtibmas," katanya.
Ia mengatakan, dalam proses pengamanan perayaan Natal nanti, pihaknya telah memetakan titik-titik rawan di beberapa kawasan yang sebelumnya pernah terjadi konflik.
"Wilayah rawan tersebut meliputi Kota Yogyakarta terdapat sebanyak tujuh titik rawan, Kabupaten Sleman ada 14 titik rawan, Bantul tujuh titik, Kulon Progo enam titik dan Kabupaten Gunung Kidul lima titik," katanya, seperti dikutip dari Antara.
Erwin mengatakan, untuk pengamanan malam pergantian tahun pihaknya akan menempatkan anggota di titik rawan macet serta di kawasan yang menjadi konsentrasi massa seperti di lokasi objek wisata.
"Lokasi-lokasi tersebut di antaranya di Kota Yogyakarta ada 11 titik, Sleman 17 titik, Bantul 22 titik serta Gunung Kidul dan Kulon Progo masing-masing satu titik," katanya.
Ia mengatakan, peran dari intelijen dan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) menjadi garda terdepan di samping Satuan Lalu Lintas.
"Ini karena dinamika pergerakan orang pada saat liburan baik di tempat-tempat ibadah maupun objek wisata," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share