Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Bantuan usaha kecil diberikan Pemkab Kulonprogo untuk 110 warga
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sejumlah 110 wanita dan pemuda dapat bantuan peralatan dari Pemkab Kulonprogo. Bantuan senilai Rp2,5 juta per orang tersebut diwujudkan berupa berbagai peralatan seperti sepeda, mesin cuci, mesin jahit, kompor, setrika, dan lainnya.
“Bantuan ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas kerja, khususnya pada kelompok di luar usia produktif,” ujar Heri Darmawan, Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo di rumah dinas bupati, Senin (28/12/2015).
Bantuan ini diberikan kepada tiga kelompok yakni tenaga kerja rentan atau usia lanjut, tenaga kerja muda wanita, dan tenaga kerja mandiri. Kali ini penerima bantuan untuk kelompok tenaga kerja usia lanjut berjumlah 33 orang yang berusia di atas 59 tahun.
Sedangkan untuk tenaga kerja muda wanita berjumlah 30 orang dengan rentang usia 15-29 orang. “Untuk yang tenaga kerja mandiri kelompok berasal dari Samigaluh, ada 20 orang,” jelas Heri.
Setiap kelompok ini mendapatkan satu paket bantuan senilai Rp79 juta yang bersumber dari APBN dan APBD 2015. Sumber pendanaan ini pun berbeda-beda untuk jenis usahanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Bantuan dari APBD ada 6 jenis usaha, sudah diberikan pada 162 orang,” jelas Heri.
Bantuan kali ini merupakan fase terakhir dari total tiga fase bantuan yang dilaksanakan selama 2015. Total terdapat 342 orang yang telah mendapatkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang ini.
Guna menentukan jenis peralatan yang diperbantukan, pemerintah telah melakukan beberapa tahapan. Setelah penyerahan bantuan ini pun, kelompok-kelompok tersebut masih akan diberikan pendampingkan untuk memaksimalkan hasilnya.
“Tujuannya agar bisa menjadi wirausaha pemula,” ujar Heri.
Kelompok yang mendapat bantuan merupakan masyarakat yang memiliki usaha kecil di bidang perbengkelan, jahit, dan kuliner. “Didominasi kuliner, angkringan dan gorengan,” ujar Heri.
Namun, hingga hari penyerahan bantuan secara simbolik, warga belum tahu bantuan jenis apa yang akan mereka dapatkan. Sebelumnya warga telah mengajukan prioritas jenis peralatan yang dibutuhkan namun keputusannya ditentukan oleh pemkab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.